BNPB Siapkan Hunian Sementara Pasca-Banjir Sumatra Utara

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang menyiapkan perumahan sementara bagi warga yang mengungsi akibat banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara. Puluhan ribu rumah dilaporkan rusak atau hancur, kata seorang pejabat pada Rabu.

Tempat penampungan sementara ini sangat penting untuk masyarakat yang rumahnya rusak berat atau terbawa arus, jelas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Data BNPB mencatat 28.708 rumah rusak di seluruh Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, 5.158 unit rusak berat dan 1.068 unit hancur atau terbawa banjir.

Kabupaten Langkat mencatat kerusakan rumah tertinggi yaitu 11.273 unit, disusul oleh Tapanuli Tengah dengan 6.481 unit dan Tapanuli Selatan dengan 4.624 unit, menurut data BNPB.

Sebagai langkah awal, pembangunan 102 unit perumahan sementara telah dimulai di Kabupaten Tapanuli Utara pada Sabtu untuk menampung warga yang belum bisa pulang, ujar Abdul.

Di Tapanuli Selatan, pihak berwenang telah menyepakati lokasi relokasi di tanah milik perusahaan perkebunan negara PTPN IV di Kebun Batang Toru dan Hapesong untuk rencana pembangunan 488 unit.

Penanganan pengungsi dan pembangunan perumahan sementara akan dilakukan bertahap bersama pemerintah daerah untuk memastikan proyek sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi sosial, jelas Abdul.

Bersamaan itu, BNPB juga mendistribusikan bantuan logistik dan memperbaiki infrastruktur yang rusak untuk mendukung pemulihan aktivitas sehari-hari di daerah terdampak, tambahnya.

Di Provinsi Aceh, hanya tiga dari 18 kabupaten/kota terdampak yang telah mengusulkan lokasi untuk perumahan sementara, yaitu Aceh Tengah, Pidie, dan Gayo Lues, katanya.

BNPB mendorong pemerintah daerah lain di Aceh agar cepat mengajukan lokasi, karena perumahan sementara harus dibangun di tanah tidak bersengketa milik pemerintah daerah, tegas Abdul.

MEMBACA  Dukungan LKS Tripnas untuk Pemimpin KOPSI Ahmad Doli Kurnia

Jumlah pengungsi di ketiga provinsi Sumatera tersebut terus menurun. Per Senin, 15 Desember 2025, tersisa 608.000 orang yang masih mengungsi, turun dari 624.000 hari sebelumnya.

Aceh menyumbang jumlah pengungsi terbesar yaitu sekitar 572.000 orang, sementara korban jiwa di daerah terdampak telah mencapai 1.030 orang, kata Abdul.

Berita terkait: Banjir Sumatra: Presiden Prabowo desak percepat pembangunan perumahan

Berita terkait: Data perumahan korban banjir diolah paralel: Sekretaris Negara

Penerjemah: M.Riezko BEP, Rahmad Nasution
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2025