Jakarta (ANTARA) – Indonesia telah mengirim unit Starlink, generator, dan bantuan darurat ke Sumatera Utara setelah banjir dan tanah longsor mengganggu pasokan listrik, air, dan komunikasi, kata para pejabat pada hari Jumat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan 17 unit Starlink dan generator telah dikirim untuk mendukung komunikasi darurat di daerah yang paling parah terkena dampak.
“Bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Sumatera Utara sudah sampai, dan kami akan mendistribusikannya sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers.
Bencana ini melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, dengan Tapanuli Tengah sebagai wilayah paling terdampak. Pemadaman listrik dan air membuat dukungan komunikasi dan generator jadi sangat penting.
Suharyanto menambahkan bahwa lebih banyak unit Starlink diperlukan di daerah terbuka untuk memastikan pengungsi bisa mengakses internet. Setiap unit mencakup radius sekitar 100 meter.
“Saya berbicara dengan para pengungsi di Tapanuli Tengah. Setiap kelompok punya lokasi yang ditentukan untuk mengakses jaringan,” ujarnya, sambil mencatat bahwa diperlukan lima sampai sepuluh unit tambahan lagi.
Bantuan pemerintah lainnya mencakup 15 perahu karet, 750 kotak mi instan, 19 tenda pengungsian, dan sebuah kompresor.
“Bantuan dari kementerian dan lembaga terus berdatangan,” kata Suharyanto. Pasukan militer dan alat berat juga membersihkan jalur yang tertutup di seluruh wilayah.
Hingga hari Jumat, BNPB melaporkan 116 orang meninggal dan 42 hilang di Sumatera Utara. Tapanuli Tengah mencatat 47 korban jiwa, Tapanuli Selatan 32, Tapanuli Utara 11, Kota Sibolga 17, Humbang Hasundutan 6, Kota Padang Sidempuan 1, dan Pakpak Bharat 2.
Tidak ada kematian yang dilaporkan di Mandailing Natal. Suharyanto mengatakan data ini masih bersifat sementara, dengan beberapa area yang belum bisa diakses, sehingga memungkinkan adanya penambahan korban.
Otoritas terus mengkoordinir tanggap darurat dan pendistribusian pasokan untuk menjangkau komunitas yang terisolasi di seluruh Sumatera Utara.