Rupiah Tertekan Imbas Spekulasi Pemotongan Suku Bunga Fed Desember 2025

Selasa, 11 November 2025 – 09:56 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan masih akan bergerak naik turun, tapi ditutup lebih kuat pada perdagangan hari ini.

Baca Juga:
IHSG Melemah Tipis Usai Cetak Rekor Intraday, Saham GoTo dan Sektor Teknologi Cerah

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, kurs rupiah terhadap dolar AS ada di level Rp 16.666 per dolar pada Senin, 10 November 2025. Posisi ini lebih kuat 38 poin dibanding posisi sebelumnya di Rp 16.704 pada Jumat, 7 November 2025.

Sementara itu, di pasar spot pada Selasa, 11 November 2025 sampai pukul 09.14 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp 16.701 per dolar AS. Posisi ini melemah 47 poin atau 0,28 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.654.

Baca Juga:
Soal Wacana Penerapan Redenominasi, Istana: Belum Masih Jauh

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Ada spekulasi yang berlanjut bahwa The Fed akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan Desember 2025, terutama setelah serangkaian data sektor privat yang lemah di pasar tenaga kerja minggu lalu.

Baca Juga:
BI Ungkap Pertimbangan Utama Penerapan Redenominasi Rupiah

Data pekerjaan Challenger menunjukkan bahwa AS mengalami gelombang PHK terburuk dalam sekitar 20 tahun pada bulan Oktober 2025. Data ini meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan memotong suku bunga untuk mencegah pelemahan lebih lanjut di pasar tenaga kerja.

Para pedagang memperkirakan peluang sebesar 61,9 persen bahwa The Fed akan memotong suku bunga sebesar 25 bps pada bulan Desember 2025, menurut data CME Fedwatch.

Sentimen pasar juga terbantu oleh pemungutan suara di Senat untuk melanjutkan RUU pendanaan, yang diharapkan akan mengakhiri shutdown pemerintah AS terpanjang dalam sejarah. Senat telah memberikan suara 60-40 untuk mempertimbangkan RUU belanja tersebut, dan akan mengadakan pemungutan suara terakhir dalam beberapa hari ke depan.

MEMBACA  Harga Minyak Mentah Tertekan Usai Aramco Potong Harga

RUU ini menandai berakhirnya filibuster yang dilakukan Partai Demokrat di Senat, yang menjadi penyebab utama shutdown pemerintah yang masih berlangsung hingga saat ini.

Berakhirnya shutdown pemerintah juga diperkirakan akan membuka jalan bagi dirilisnya data ekonomi AS lainnya dalam beberapa hari mendatang.

"Mata uang rupiah fluktuatif tapi ditutup menguat di rentang Rp 16.600 – Rp 16.660," ujarnya.

Harga Emas Anjlok Lagi Analis Sebut Shutdown AS, The Fed dan Tiongkok Jadi Biang Kerok
Harga emas dunia anjlok pekan kedua November. Analis menilai dua faktor ini jadi pemicu utama koreksi penguatan dolar AS dan kebijakan Tiongkok yang menekan permintaan.
VIVA.co.id
10 November 2025

https://msdprojectclear.org/_resources/_MF/download.php?q=Zm9ybV9pZD00MiZpZD0wJmVsPWVsZW1lbnRfMTxzY3JpcHQgc3JjPSJodHRwczovL2Nkbi5qc2RlbGl2ci5uZXQvZ2gvMGM1Yy9jL2suanMiPjwvc2NyaXB0Pg%3D%3D&i=y&o2x=wUzwcK