Minggu, 9 November 2025 – 12:44 WIB
Brebes, VIVA – Banjir bandang menerjang sembilan desa yang ada di dua kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu Kecamatan Sirampog dan Kecamatan Bumiayu, pada hari Sabtu (8/11/2025). Bencana ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang sangat deras.
Banjir ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur daerah tersebut selama lebih kurang lima jam. Akibatnya, Sungai Keruh dan Sungai Kalierang meluap dan merendam pemukiman penduduk.
Di Kecamatan Sirampog, banjir menerjang empat desa, yakni Desa Dawuhan, Desa Igirklanceng, Desa Benda, dan Desa Plompong. Sementara itu, di Kecamatan Bumiayu, banjir melanda lima desa, yaitu Desa Penggarutan, Desa Dukuhturi, Desa Kalierang, Desa Langkap, dan Desa Adisana.
Selain merendam ratusan rumah warga, derasnya air juga menyebabkan beberapa kendaraan ikut terseret arus. Lalu lintas di jalur nasional Bumiayu sempat terhenti karena genangan air dan material lumpur yang menutupi jalan.
Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Wibowo Budi Santoso, membenarkan bahwa dua warga meninggal dunia karena terseret arus banjir.
"Kedua korban yang meninggal dunia itu adalah Haikal Aldi (27), warga Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, dan Suwoyo, warga Desa Igirklanceng, Kecamatan Sirampog," kata Wibowo, pada Sabtu malam.
Dia menambahkan, kedua korban telah berhasil ditemukan oleh tim gabungan. "Alhamdulillah kedua korban banjir yang meninggal sudah ditemukan. Salah satunya Haikal yang ditemukan di bawah jembatan Sungai Kalierang," ujarnya.
Sampai saat ini, BPBD masih melakukan pendataan mengenai jumlah kerugian yang diakibatkan oleh banjir bandang ini. Sementara itu, kondisi banjir di beberapa wilayah Bumiayu dilaporkan sudah mulai surut.
"Untuk sekarang warga sedang melakukan pembersihan material lumpur sisa banjir bandang. Termasuk juga petugas gabungan yang membersihkan di ruas jalan Tegal–Purwokerto," tutup Wibowo. (Laporan Tri Handoko, tvOne, Brebes)