Pemerintah RI Berikan Bantuan Pemulihan Trauma bagi Korban Ledakan SMAN 72

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Sosial Indonesia memberikan bantuan rehabilitasi sosial dan pemulihan trauma untuk korban ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta yang terjadi Jumat lalu, kata pejabat pada Sabtu.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa bantuan ini juga mencakup keluarga korban untuk memastikan penyembuhan fisik dan psikologis.

“Kami akan berikan trauma healing, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan. Durasi nya tergantung hasil asesmen, mungkin satu atau dua bulan,” ujar Yusuf saat kunjungan ke Rumah Sakit Yarsi.

Dia didampingi staf medis rumah sakit saat mengecek 15 korban luka yang sedang dirawat. Satu siswa masih di perawatan intensif, sementara yang lain menunjukkan pemulihan stabil dan dirawat sebagai pasien rawat jalan.

Yusuf mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai kemungkinan bullying terkait insiden ini.

“Mari kita tidak berspekulasi. Kami sudah berbicara dengan korban, tetapi masih terlalu dini untuk bahas detail,” katanya.

Beberapa korban lainnya sedang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta, yang letaknya bersebelahan dengan RS Yarsi.

“Perawatannya di sini profesional. Saya optimis siswa kita akan cepat pulih,” kata Yusuf.

Menteri menambahkan bahwa kantornya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk memberikan bantuan finansial dan psikosial. Pekerja sosial akan terus menilai kebutuhan korban selama masa pemulihan.

Ledakan terjadi Jumat lalu saat shalat Jumat di masjid sekolah. Saksi melaporkan dua ledakan — satu selama khutbah dan satu lagi sesaat setelahnya — menyebabkan kepanikan di antara siswa dan staf.

Kepala Kepolisian Jakarta, Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri, mengatakan 54 orang mengalami luka ringan hingga sedang, dengan beberapa sudah dipulangkan.

Otoritas sedang menyelidiki penyebab ledakan, yang membuat banyak korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan.

MEMBACA  Angkatan Laut Kerahkan Armada Bantu Korban Banjir Sumatra