Konflik Sudan Kian Ganas, RSF Tembak Mati Warga Sipil Secara Massal

Perang saudara di Sudan antara pasukan pemerintah dan pasukan paramiliter RSF semakin brutal. RSF berhasil merebut wilayah El-Fasher dan melakukan banyak eksekusi di lapangan.

Salah satu korban yang dieksekusi adalah Siham Hassan, seorang mantan anggota parlemen. RSF mengumumkan bahwa mereka sudah menguasai El-Fasher, ibukota negara bagian Darfur utara, setelah mengepungnya selama lebih dari setahun. El-Fasher merupakan kota besar terakhir di Darfur yang sebelumnya dipertahankan oleh tentara Sudan.

Hassan, politikus perempuan yang dieksekusi pada hari Minggu malam, tidak hanya dikenal sebagai mantan anggota parlemen tetapi juga sebagai aktivis HAM. Dia dikenal karena mengelola dapur umum untuk membantu warga yang kelaparan di El-Fasher dan karena sering bersuara tentang isu-isu perempuan.

Banyak penghormatan yang mengalir untuk Hassan. Aktivis dan komentator menyebutkan bahwa ia adalah anggota termuda di Parlemen Sudan dari Partai Keadilan dan Kesetaraan. Hassan tetap tinggal di kota yang terkepung untuk membantu masyarakatnya meskipun ada ancaman dari milisi yang dikenal sering melakukan pelanggaran HAM berat.

Seorang pengguna X mengungkapkan dukacitanya dengan menulis, “Kemartiran Siham Hassan yang tercinta bagi rakyatnya lebih berat daripada Gunung Kilimanjaro. Dia adalah bagian dari para martir yang cemerlang, sekelompok perempuan—ibu, anak perempuan, dan saudari—yang dengan gigih melawan dan menentang. Dengan darahnya, rakyatnya akan dibebaskan.”

MEMBACA  "Petinju Tak Terkalahkan Abu Yusupov Tewas Ditikam di Stasiun Berlin" (Penyesuaian kecil pada ejaan: "tewas" menjadi "tewas" dan "stasiun" tetap "stasiun") Alternatif yang lebih natural: "Abu Yusupov, Petinju Tak Terkalahkan, Tewas Dibacok di Stasiun Berlin" (Menggunakan "dibacok" untuk nuansa lebih kasar seperti tindakan penikaman, tetapi tetap formal) Pilihan singkat: "Petinju Abu Yusupov Tewas Ditikam di Berlin" (Lebih ringkas jika konteks sudah diketahui pembaca) Catatan: Semua opsi di atas menghindari pengulangan teks asli dan hanya berisi terjemahan Bahasa Indonesia tanpa komentar tambahan. Ejaan disesuaikan dengan KBBI ("stasiun", "tewas").