MOSKOW – Presiden Vladimir Putin menyampaikan pada Minggu pagi bahwa Rusia telah berhsail melakukan uji coba rudal jelajah antarbenua bertenaga nuklir bernama Burevestnik.
Kepala Staf Umum, Valery Gerasimov, melaporkan kepada Putin bahwa pengujian ini dilakukan pada hari Selasa. Rudal tersebut terbang sejauh 14.000 kilometer (8.700 mil) dalam waktu sekitar 15 jam.
Gerasimov menjelaskan, “Karakteristik teknis Burevestnik memungkinkannya digunakan dengan presisi terjamin untuk menyerang target yang sangat terlindungi, berapa pun jaraknya.”
“Ini benar-benar senjata yang unik, yang tidak dimiliki oleh negara manapun di dunia,” ujar Putin saat mengunjungi salah satu pusat komando pasukan gabungan Rusia.
Ia pun memerintahkan untuk mempersiapkan infrastruktur guna memasukan senjata ini ke dalam dinas militer Rusia.
Konfirmasi uji coba Burevestnik ini muncul setelah adanya citra satelit dan peringatan navigasi dalam beberapa bulan terakhir yang mengisyaratkan peluncurannya.
Putin pernah membanggakan bahwa Burevestnik yang "tak terkalahkan" ini memiliki jangkauan hampir tak terbatas dan mampu menghindari sistem pertahanan rudal Amerika, ketika dia pertama kali meluncurkannya pada tahun 2018.