“Terroris tersebut telah mempercepat transfer senjata di Lebanon dan memajukan serangan teror terhadap Negara Israel,” pernyataan militer.
Militer Israel menewaskan komandan peleton pasukan Radwan Hezbollah, Issa Ahmad Karbala, dalam sebuah serangan di daerah Ain Qana, Lebanon selatan, pada Rabu pagi, dikonfirmasi oleh IDF.
Lokasi tempat serangan terjadi kira-kira di tengah jalan antara perbatasan Israel dan ibu kota Lebanon, Beirut.
“Aktivitas teroris tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepahaman antara Israel dan Lebanon,” tambah pernyataan militer mengenai Karbala.
Pasukan Radwan, unit tempat Karbala bergabung, dianggap sebagai unit paling elit Hezbollah. Bertugas untuk operasi-operasi khusus dan diposisikan di garis depan keterlibatan militer organisasi tersebut.
IDF menambahkan bahwa mereka akan terus berupaya menghilangkan ancaman terhadap Israel.
Anggota-anggota Hezbollah menghadiri pemakaman Wissam Tawil, seorang komandan pasukan elit Radwan Hezbollah di Lebanon, 9 Januari 2024 (kredit: REUTERS/AZIZ TAHER)
Serangan-Serangan Sebelumnya terhadap Hezbollah
Serangan ini merupakan tindak lanjut dari aksi yang diambil IDF terhadap kelompok teror Lebanon.
Di daerah Nabatieh, sekitar sepuluh kilometer selatan Ain Qana, IDF menghancurkan sejumlah struktur Hezbollah.
Pada saat itu, militer mencatat bahwa Hezbollah berusaha untuk membangun kembali dirinya di seluruh Lebanon.
Pada hari Selasa, pejabat-pejabat intelijen Barat mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa Hezbollah telah mempercepat laju upaya rekonstruksinya.
“Hezbollah membangun kembali lebih cepat daripada tentara Lebanon membongkar,” kata para pejabat tersebut kepada the Post.
Amichai Stein berkontribusi untuk laporan ini.