Intervensi Pemerintah Seharusnya Bukan Memotong Margin Aplikator Ojol

loading…

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jakarta menilai pemerintah perlu melakukan intervensi dalam industri ride-hailing atau transportasi online agar kepentingan semua pihak dapat terakomodasi. Foto: Dok Sindonews

JAKARTA – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jakarta berpendapat bahwa pemerintah harus ambil andil dalam industri ride-hailing atau transportasi online supaya kebutuhan semua pihak bisa terpenuhi. Caranya adalah dengan memperjelas komponen biaya, transparansi data, dan melakukan evaluasi secara berkala.

“Karena itu, intervensi pemerintah seharusnya fokus ke kejelasan komponen biaya, transparansi data, dan mekanisme evaluasi berkala, bukannya cuma memotong margin aplikator,” ujar Ketua MTI Jakarta Yusa Cahya Permana, Kamis (18/9/2025).

Baca juga: Riset Terbaru Soal Dampak Kenaikan Tarif Ojol

Dia menjelaskan bahwa transportasi online muncul dan berkembang di atas jaringan telekomunikasi internet yang sejak awal berdasarkan prinsip bebas dari campur tangan lembaga negara. Perusahaan aplikator juga tumbuh jadi super app yang melayani berbagai kebutuhan masyarakat.

Di tengah situasi ini, tuntutan untuk menurunkan komisi aplikator muncul lagi. Padahal, sistem komisi pada dasarnya bukan sesuatu yang baru, melainkan kelanjutan dari budaya setoran yang sudah lama ada di dunia transportasi.

MEMBACA  Kementerian Galakkan Pelatihan Setelah Penipuan Pekerja Migrasi Terungkap