AS dan China memperpanjang gencatan senjata perdagangan mereka selama 90 hari, hanya beberapa jam sebelum kenaikan tarif seharusnya berlaku.
Perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada Senin mempertahankan kesepakatan sejak Mei lalu, ketika kedua pihak sempat menangguhkan sebagian tarif atas barang-barang masing-masing.
AS sebelumnya memperingatkan bahwa tarif lebih tinggi akan berlaku pada Selasa jika gencatan tidak diperpanjang.
Pembicaraan bulan lalu berakhir dengan kedua belah pihak menyebut diskusi “konstruktif”. Negosiator utama China kala itu mengatakan kedua pihak akan berupaya mempertahankan gencatan, sementara pejabat AS menyatakan menunggu persetujuan akhir dari Trump.
Kembalinya tarif tinggi berisiko memperburuk gejolak dagang dan ketidakpastian di tengah kekhawatiran atas dampak tarif terhadap harga dan ekonomi.
Ketegangan dagang AS-China memuncak pada April lalu setelah Trump mengumumkan tarif baru secara luas atas barang dari berbagai negara, dengan China menghadapi tarif tertinggi.
Beijing membalas dengan mengenakan tarifnya sendiri, memicu perang saling balas yang mendorong tarif melonjak hingga tiga digit dan hampir menghentikan perdagangan antara kedua negara.
Kedua pihak sepakat menangguhkan sebagian tindakan tersebut pada Mei.
Kesepakatan itu membuat barang China yang masuk ke AS dikenai tarif tambahan 30% dibanding awal tahun, sementara barang AS dikenai tarif baru 10% di China.
Kedua belah pihak masih berdiskusi mengenai berbagai isu, termasuk akses ke mineral langka China, pembelian minyak Rusia, dan pembatasan AS atas penjualan teknologi canggih, termasuk chip ke China.
Trump baru-baru ini melonggarkan beberapa pembatasan ekspor, mengizinkan perusahaan seperti AMD dan Nvidia melanjutkan penjualan chip tertentu ke firma China dengan syarat membagi 15% pendapatannya ke pemerintah.
AS juga mendorong pemisahan TikTok dari pemilik China-nya, ByteDance, langkah yang ditentang Beijing.
Sebelumnya pada Senin, Trump tidak berkomitmen memperpanjang gencatan tapi menyatakan negosiasi berjalan “dengan baik”. Sehari sebelumnya, dia mendesak Beijing meningkatkan pembelian kedelai AS.
Meski ada gencatan, arus perdagangan kedua negara tahun ini terdampak. Data pemerintah AS menunjukkan impor barang China pada Juni turun hampir separuh dibanding Juni 2024.
Dalam enam bulan pertama tahun ini, AS mengimpor barang senilai $165 miliar dari China, turun sekitar 15% dari periode sama tahun lalu. Ekspor AS ke China juga turun sekitar 20% secara tahunan.