Revolusi Tokenisasi Asia yang Tersembunyi: Bukti Nyata Adopsi Blockchain

Ekonomi Kripto: Asia Memimpin Inovasi dengan Tokenisasi Aset Nyata

Selama bertahun-tahun, ekonomi kripto seperti "wild west" digital: fluktuatif, spekulatif, dan sering terlepas dari dunia nyata. Sekarang, Asia memimpin perubahan—membangun ekosistem blockchain yang tidak hanya untuk perdagangan koin, tapi juga mentokenisasi jalan, pembangkit listrik tenaga surya, dan instrumen keuangan. Ini adalah pergeseran dari spekulasi ke regulasi.

Awalnya, blockchain hanya digunakan untuk aset virtual seperti kripto dan NFT yang tidak memiliki bentuk fisik. Tapi generasi baru inovator keuangan mencoba membuat blockchain bekerja di dunia nyata dengan mentokenisasi aset seperti seni, properti—dan, jika dua startup Asia berhasil, energi bersih.

Menurut prediksi, tokenisasi aset dunia nyata bisa menjadi peluang besar. Standard Chartered memperkirakan pasar ini bisa bernilai $30,1 triliun dalam 10 tahun ke depan.

Amber Premium (penyedia layanan kripto dari Thailand) dan Evolve (perusahaan infrastruktur terbarukan yang mentokenisasi aset) mungkin kecil secara global, tapi fokus mereka pada aset nyata menunjukkan bagaimana Asia mengubah keuangan digital.

Kedua perusahaan ini menggunakan token—mengubah aset fisik menjadi token digital di blockchain. Ini memberi investor kepemilikan langsung tanpa perantara, serta kontrak pintar untuk otomatisasi pembagian hasil.

Token mereka mewakili aset fisik seperti panel surya, obligasi pemerintah, atau kendaraan listrik—memberikan hasil nyata, volatilitas rendah, dan transparansi hukum. Amber Premium menawarkan token utang energi bersih dan stablecoin, sementara Evolve menghubungkan pembangkit surya dengan keuangan digital.

Amber Premium, dipimpin oleh mantan trader Morgan Stanley Wayne Huo, baru saja merger dan terdaftar di Nasdaq. Mereka beroperasi di bawah regulasi ketat di Singapura dan Asia. Tapi pendapatan mereka masih fluktuatif, turun dari $308 juta di 2021 jadi $33 juta di 2024.

MEMBACA  Dimana Saham Nvidia Akan Berada dalam 3 Tahun?

Evolve, didirikan oleh Maverick Hui, mentokenisasi infrastruktur energi terbarukan seperti stasiun baterai dan panel surya. Mereka bekerja sama dengan Mile Green, perusahaan e-scooter yang mendapat pendanaan $50 juta dari CMAG Funds untuk ekspansi di Asia Tenggara dan Afrika.

Asia Memimpin di Dunia Kripto
Asia unggul dalam keuangan ter-tokenisasi berkat regulasi yang jelas dan inovasi startup. Bahkan Tiongkok, yang melarang kripto, bereksperimen dengan blockchain melalui e-CNY.

Hong Kong dan Singapura termasuk yang paling terbuka pada kripto, tapi regulasinya tetap ketat. Transfer antar dompet sering dibatasi, menghambat adopsi luas.

Di AS, kebijakan pro-kripto pemerintahan Trump membantu platform Asia seperti Amber dan Evolve. Amber mendapat legitimasi sebagai perusahaan Nasdaq, sementara Evolve bisa menarik dana pensiun dengan token infrastruktur mereka.

Meski masih ada tantangan—likuiditas rendah, harga tertekan, dan keraguan atas kepemilikan aset—infrastruktur terus berkembang. Blockchain mungkin tidak lahir di Asia, tapi di sinilah ia bisa menjadi nyata.