TB Hasanuddin Dorong Reformasi Budaya di TNI: Perlu Perbaikan Hubungan Senior-Junior!

Senin, 11 Agustus 2025 – 09:18 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengingatkan pentingnya reformasi budaya di tubuh TNI. Khususnya, kata dia, terkait hubungan antara senior dan junior.

Baca Juga:
Misteri Kematian Prada Lucky, 4 Tersangka Ditahan, Masih Bisa Bertambah!

Reformasi budaya di tubuh TNI ini menjadi sorotan menyusul kasus tewasnya Prada Lucky Namo yang diduga dianiaya oleh empat orang prajurit senior.

TB Hasanuddin mendorong TNI untuk memiliki pedoman jelas agar kegiatan pembinaan tidak disalahgunakan sebagai alat kekerasan.

Baca Juga:
Prada Lucky Tewas, Komisi I DPR Desak Pelaku Dihukum Berat Lewat Pengadilan Militer

“Hubungan senior-junior harus dibenahi. Pembinaan, arahan, dan teguran itu wajar. Tapi kalau ada kekerasan, itu sudah ranah pidana. Ini harus jadi kesadaran bersama di TNI,” ujar TB Hasanuddin, Senin, 11 Agustus 2025.

TB Hasanuddin juga menyorot praktik tradisi satuan yang sering jadi celah kekerasan. Ia menilai tradisi tetap boleh dilaksanakan asal ada aturan dan pengawasan ketat dari komandan.

Baca Juga:
Tiga Kepala Badan Baru yang Dilantik Prabowo, Ini Daftarnya

“Tradisi boleh, tapi harus sehat dan aman. Kalau lari atau latihan fisik, harus ada batas jelas. Jangan sampai ada korban,” tegasnya. “Pengawasan komandan jadi kunci.”

Sebelumnya, Prada Lucky Chepril Saputra Namo dilaporkan meninggal pada Rabu, 6 Agustus 2025 pukul 10.30 WITA setelah dirawat 4 hari di RSU Aeramo, NTT, diduga akibat dianiaya seniornya.

Prada Lucky baru dua bulan jadi anggota TNI setelah resmi bergabung Mei 2025. Setelah lulus pendidikan di Buleleng, Bali, ia ditempatkan di Batalyon 834 Wakanga Mere, Nagekeo, NTT.

Halaman Selanjutnya

MEMBACA  Panglima TNI Memerintahkan Pengelolaan Lahan Tidur untuk Mendukung Program Makanan Bergizi Gratis