Menantang Penggagas Isu Munaslub Golkar yang Muncul ke Publik: Tunjukkan Wajahmu!

Sabtu, 9 Agustus 2025 – 20:56 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI sekaligus politikus senior Golkar, Melchias Markus Mekeng, menantang pihak-pihak yang melempar isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di internal partainya untuk berani menunjukkan diri.

Baca Juga:
Fakhiri–Aryoko Unggul Versi Quick Count, Sekjen Golkar: Terima Kasih Rakyat Papua

"Kalau yang ingin Munaslub, harus munculin mukanya dong. Kalau mau berpolitik yang sehat, munculin mukanya. Siapa yang mau Munaslub dan harus dijelasin kenapa harus ada Munaslub," kata Mekeng, dikutip Sabtu, 9 Agustus 2025.

Ia menyangkal isu tersebut dan menyebutnya hoaks karena tidak ada sumber jelas. "Ini kan kalau kita baca di media cuma isu-isu, tapi sumbernya dari mana nggak pernah jelas. Jadi, menurut saya, itu berita hoaks," ujarnya.

Baca Juga:
Agus Gumiwang Bantah Isu Munaslub: Golkar Solid!

Sebaliknya, dia menekankan soliditas partainya di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. "Kami di Partai Golkar, di bawah Pak Bahlil, tenang-tenang aja," tuturnya.

Bahkan, Bahlil disebut aktif melakukan konsolidasi ke daerah lewat musyawarah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten.

Baca Juga:
Marak Bendera One Piece, Golkar Minta Tak Nodai Hari Kemerdekaan dengan Simbol Asing

Namun, Mekeng membantah kegiatan tersebut sebagai manuver politik terkait isu Munaslub, karena itu memang agenda rutin partai. "Pak Bahlil tiap minggu road show ke daerah, musda di provinsi terus konsolidasi di kabupaten," jelasnya.

"Itu kan agenda partai. Setelah dilatih, pemimpin wajib konsolidasi," tambahnya.

Dia juga bantah pergantian kepengurusan di DPD Golkar sebagai persiapan Munaslub. "Itu mekanisme biasa. Kalau udah dua periode, ya harus ganti," katanya.

Sebelumnya, Bahlil sendiri menegaskan tidak ada isu Munaslub di Golkar. "Masa percaya berita yang sumbernya nggak jelas?" kata Bahlil.

MEMBACA  Cara Mendokumentasikan Perjalanan dan Menangani Insiden

Halaman Selanjutnya
"Itu kan agenda partai. Setelah dilatih, pemimpin harus konsolidasi," imbuhnya.