Minuman Coca Cola oleh Troy Coroles melalui Unsplash
Harga gula New York (SBV25) naik +0,18 (+1,09%) dan gula putih London (SWV25) naik +5,50 (+1,15%).
Harga gula melonjak ke level tertinggi dalam 1,5 bulan karena permintaan AS yang kuat. Presiden Trump bilang Coca-Cola setuju pakai gula tebu di minuman mereka di AS, bukan sirup jagung. Ini bisa ningkatin konsumsi gula AS +4,4% jadi 11,5 juta ton.
Produksi gula di Brazil turun -14,3% jadi 12,249 juta ton. Karena kekeringan dan panas, produksi gula 2024/25 Brazil turun -3,4%.
Harga gula sempet turun 3 bulan terakhir karena prediksi surplus 7,5 juta ton di 2025/26. Tapi USDA prediksi produksi global naik +4,7% ke rekor 189,318 juta ton.
India, produsen gula terbesar kedua, diprediksi produksinya naik +19% ke 35 juta ton karena lahan tebu lebih luas. Musim hujan di India juga lebih banyak dari normal.
Thailand, produsen gula ketiga dunia, produksinya naik +14% ke 10 juta ton. Organisasi Gula Internasional (ISO) prediksi defisit global -5,47 juta ton, tertinggi dalam 9 tahun.
USDA juga prediksi konsumsi gula global naik +1,4% ke 177,921 juta ton. Brazil, India, dan Thailand diprediksi produksinya naik tahun depan.
Artikel ini awalnya terbit di Barchart.com.
(Catatan: Penulis tidak punya saham yang disebut di artikel ini. Semua info hanya untuk tujuan informasi.)