Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia berupaya melakukan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) untuk sekitar 53 juta siswa, dari SD sampai SMA, dengan target mencapai setidaknya setengah dari jumlah itu dalam tiga bulan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dalam keterangan yang diterima Senin bahwa pemeriksaan akan dilaksanakan di puskesmas dan sekolah.
Sadikin mencatat ada sekitar 282 ribu sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia yang akan berpartisipasi.
“Ada lebih dari 250 ribu sekolah, dan dari segi logistik, metode ini lebih memungkinkan karena lokasinya tetap,” jelas menteri.
Paket pemeriksaan yang ditawarkan disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan mencakup pemeriksaan kesehatan fisik maupun mental.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan ini, mengingat masalah kesehatan mental banyak terjadi di kalangan siswa tapi sering tidak terdeteksi dan tidak diobati sejak dini.
Puskesmas dan sekolah akan bekerja sama serta menyediakan alat-alat pemeriksaan yang diperlukan.
Menteri juga menyoroti rencana revitalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) agar bisa mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Kementerian telah melakukan simulasi pemeriksaan kesehatan untuk siswa sejak Juni 2025. Selain itu, mereka sudah menginformasikan inisiatif ini kepada pemangku kepentingan lain, seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemenkumham, serta Kemenag.
Sadikin berharap upaya ini dapat mendorong siswa lebih peduli pada kesehatan mereka.
Dalam keterangan yang sama, Sadikin menyatakan CKG menargetkan 280 juta orang.
Menurut data terbaru, sekitar 11 juta orang telah diperiksa sejak program dimulai pada Februari 2025.
Program ini merupakan salah satu prioritas presiden dalam menjamin kesehatan masyarakat, bersama pembangunan rumah sakit di 66 daerah terpencil dan pemberantasan TBC.