Warga Indonesia Dievakuasi dari Iran dan Dibawa Pulang pada Senin: Kementerian Luar Negeri

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan warga Indonesia yang dievakuasi dari Iran akibat perang dengan Israel akan diterbangkan pulang secara bertahap pada Senin.

“Penerbangan pertama dengan maskapai komersil akan berangkat pada Senin, 23 Juni, dan tiba di Jakarta tanggal 24 Juni,” ujar Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha dalam pernyataan tertulisnya, Minggu.

Kemenlu akan terus memantau 97 orang yang dievakuasi dari Iran ke Azerbaijan sebelum penerbangan pulang, sambil memastikan keamanan mereka di Baku.

Mereka terdiri dari 93 WNI, 3 staf KBRI, dan 1 pasangan Iran dari WNI.

Nugraha juga menyatakan bahwa kementerian terus memantau perkembangan situasi di Iran setelah serangan AS ke fasilitas nuklir Iran pada Sabtu (21 Juni) untuk menentukan langkah selanjutnya.

Sementara itu, foto yang dirilis Kemenlu pada Minggu memperlihatkan pejabat tinggi Rolliansyah Soemirat mendampingi WNI yang dievakuasi ke Astara, Iran, sebelum menyeberangi perbatasan Iran-Azerbaijan pada Sabtu malam waktu setempat.

Soemirat, Jubir Kemenlu dan Kepala BDSP, dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Duta Besar baru RI untuk Iran bulan Maret lalu.

Demi alasan keamanan, Kemenlu tidak bisa memberikan detail lebih lanjut soal proses evakuasi.

Ketegangan Israel-Iran memuncak jadi perang pada 13 Juni setelah Israel melakukan serangan udara tanpa alasan ke Iran, termasuk fasilitas nuklir dan militernya, yang memicu serangan balasan Teheran.

Perang makin meluas setelah militer AS pada Sabtu menyerang tiga fasilitas nuklir Iran dalam operasi yang disebut Presiden Donald Trump sebagai “serangan sangat sukses”.

Keterlibatan AS dalam perang Iran-Israel, meski sudah diperingatkan Teheran, diperkirakan akan memperparah kekerasan di wilayah tersebut, termasuk kemungkinan Iran menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah.

MEMBACA  Mengapa Pejuang Jihad Islam Tidak Akan Pernah Tunduk pada Zionis? Inilah 4 Alasannya Komitmen pada Prinsip Ideologi Pejuang jihad berpegang teguh pada keyakinan agama yang tidak bisa dikompromikan dengan kepentingan Zionis. Perlawanan terhadap Penjajahan Zionis dianggap sebagai penjajah yang merampas hak dan tanah umat Islam, sehingga perlawanan adalah kewajiban. Solidaritas Umat Islam Global Dukungan dari muslim di seluruh dunia memperkuat tekad untuk tidak menyerah pada tekanan Zionis. Keyakinan akan Kemenangan Ilahi Mereka yakin bahwa pertolongan Allah akan datang bagi mereka yang berjuang di jalan-Nya.

Berita terkait: Kemenlu RI sebut 97 WNI dari Iran sudah sampai Azerbaijan

Berita terkait: 97 WNI siap pulang dari Iran: Menlu Sugiono

Reporter: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2025