Prakhar Khanna/ZDNET
Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa fitur AI di ponsel selama ini cenderung mengecewakan. Samsung Galaxy S24 memulai era ponsel AI tahun lalu, dan Apple menyusul dengan Apple Intelligence.
Meski Samsung menawarkan fitur Galaxy AI yang solid, Apple belum mencuri perhatian dengan Apple Intelligence—bahkan memilih untuk mengurangi ambisi mesin canggihnya menjelang WWDC.
Tidak peduli ponsel apa yang kamu beli di 2025, kemungkinan besar akan mendapat fitur AI serupa, seperti penghapus objek gambar, ringkasan AI untuk teks dan audio, terjemahan, dll. Tak ada yang benar-benar revolusioner bagi saya, hingga akhirnya saya menemukan sesuatu yang berbeda. Inilah Honor 400, ponsel pertama dengan generator gambar-ke-video Veo 2 dari Google. Inilah mengapa ini penting.
### Cara Veo 2 Bekerja di Ponsel
Honor 400 bukan ponsel termewah atau flagship seharga $1.000. Harganya separuhnya dan ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon dua tahun lalu. Tapi, ponsel mid-range ini yang pertama memiliki kemampuan Veo 2 dari Google Cloud—dan hasilnya luar biasa.
Dengan beberapa ketuk, foto apa pun bisa diubah jadi video 5 detik. Hasilnya sangat bagus, bahkan mengerikan! Cocok untuk kreator konten atau yang ingin foto mereka lebih hidup. Screenshot, foto ponsel, atau gambar internet—semua bisa diubah jadi video. Saya mencobanya dengan foto manusia, pemandangan, hewan peliharaan, bahkan lampu, dan semuanya berhasil.
Yang mengejutkan, pengikut saya di media sosial tidak bisa membedakan mana yang asli dan AI. Di satu foto, fitur ini menambahkan tangan seolah saya melambaikan tangan ke kamera. Di foto grup, muncul orang hasil AI yang datang dari luar frame. Bahkan saat 75% wajah saya terlihat, Honor 400 menghasilkan video saya berbalik menikmati angin pegunungan—termasuk detail jaket musim dingin yang aslinya tak terlihat.
### Dua Sisi Generator Gambar-ke-Video
Honor 400 bisa membantu orang seperti saya membuat konten video dan membangun pengikut di media sosial—hal penting bagi banyak profesional sekarang. Ini juga berguna bagi yang tidak bisa mengedit video atau lebih sering memotret daripada merekam.
Kadang saya ingin bikin Reel Instagram dari liburan, tapi videonya kurang. Biasanya saya andalkan Live Photos, tapi kualitasnya lebih rendah dibanding hasil Honor 400 yang tetap bagus meski resolusi 720p. Fitur ini bisa membantu marketer, freelancer, atau usaha kecil.
Tapi, saya juga takut dengan sebaik apa alat ini. Berbeda dengan Live Photos, ini menghasilkan hal yang tak pernah terjadi. Saya tidak melambaikan tangan, tidak ada orang masuk ke foto grup, dan saya tidak berbalik membuka tangan. Semuanya palsu. Garis antara memori asli dan buatan semakin kabur.
Di sisi lain, ada kebahagiaan saat mengubah foto lama ayah menggendong saya jadi video. Honor 400 mempertahankan emosi tanpa merusaknya. Menghidupkan foto berharga semacam ini sungguh istimewa.
Ke depan, mesin Veo 3 Google diprediksi lebih realistis dengan tambahan audio. Saya tidak ingin masa di mana siapa pun bisa membuat video palsu dengan ucapan dan tindakan yang tak pernah saya lakukan. Meski Honor punya fitur deteksi deepfake, masalah ini tetap mengancam pengguna perangkat lain.
### Hal Lain yang Perlu Diketahui tentang Honor 400
Honor 400 yang saya uji seharga 499 Euro (~$565) dan sayangnya tidak dijual di AS. Tapi, ponsel ini lebih baik dari Samsung Galaxy A56 atau Google Pixel 9a dalam tiga hal.
Pertama, baterainya tahan lebih lama. Dengan kapasitas 5.300mAh dan pengisian cepat 66W, saya tidak pernah khawatir kehabisan daya. Varian non-UE bahkan punya baterai 6.000mAh dengan 80W fast charging.
Kedua, mode potret Harcourt-nya sangat memukau. Efek dramatisnya membuat foto terlihat istimewa. Meski tidak ada kamera telefoto, sensor utama 200MP bisa hasilkan foto bagus dalam zoom digital 2x dan 4x.
Ketiga, layarnya setara dengan ponsel Samsung terbaik. Panel OLED 6,55 inci dengan refresh rate 120Hz, resolusi 2736 x 1264 piksel, dan kecerahan hingga 1,5 nits di malam hari. Untuk yang sensitif, ada PWM 3840Hz untuk mengurangi ketegangan mata.
Sayangnya, Honor belum meningkatkan prosesor selama dua generasi—masih memakai Snapdragon 7 Gen 3 yang sama dengan Honor 200. Tapi, Honor menjanjikan update OS Android selama enam tahun, jadi ponsel ini didukung hingga 2030.
Dapatkan berita terbaru setiap pagi di inbox Anda dengan Newsletter Tech Today.