Rabu, 2 April 2025 – 12:00 WIB
VIVA – Arus mudik dan kunjungan wisata di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan selama periode Angkutan Lebaran 2025. Hingga hari kedua Lebaran, Selasa (1/4/2025) lebih dari 11,8 juta pelanggan menggunakan layanan kereta api, sementara volume kendaraan di jalur utama, termasuk Tol Cikampek, meningkat tajam.
Baca Juga :
8 Tips Penting yang Perlu Diketahui Pengemudi saat Contraflow Diberlakukan
Untuk mengatasi kepadatan, Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan bersama pihak kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem contraflow di Cikampek dan ganjil-genap di jalur wisata Puncak, Bogor.
Jalur Puncak Bogor berlakukan satu arah. VIVA/Muhammad AR
Photo :
VIVA.co.id/Muhammad AR (Bogor)
Baca Juga :
Kapolri Sebut Rekayasa Lalu Lintas Buat Arus Mudik Jadi Lancar
Selain itu, destinasi wisata seperti Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Tangkuban Perahu di Bandung, dan Pantai Sindangkerta di Tasikmalaya mulai dipadati pengunjung, menandai tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
Sekretaris Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar menyatakan bahwa lonjakan arus mudik dan wisata ini sudah diprediksi sebelumnya. Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memastikan keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan.
Baca Juga :
Polda Metro Berlakukan Contraflow Dua Lajur di KM 47-70 Tol Jakarta-Cikampek
Di sektor transportasi darat, jumlah penumpang di terminal bus mengalami penurunan. Terminal Tipe A mencatat 18.332 penumpang pada 31 Maret 2025, mengalami penurunan 27,15 persen dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan lebih besar terjadi di Terminal Tipe B yang hanya melayani 3.196 penumpang, turun 55,36 persen.
Pergerakan penumpang kereta api di beberapa wilayah menunjukkan tren beragam. Di wilayah Daop I, jumlah penumpang komuter mencapai 21.951 orang, mengalami penurunan sebesar 12,65 persen. Sementara itu, di Daop II, jumlah penumpang jarak jauh menurun 6,18 persen menjadi 25.051 orang.
Namun, layanan kereta lokal mengalami lonjakan hingga 38,14 persen dengan total 58.811 penumpang. Di Daop III, terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 16,44 persen menjadi 13.228 orang. Untuk layanan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), tercatat 17.878 penumpang, mengalami penurunan sebesar 22,66 persen.
Di sektor udara, Bandara Kertajati melayani 510 penumpang, mengalami penurunan 12,52 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, di Bandara Nusawiru, hanya tercatat 28 penumpang dengan tidak adanya penerbangan pada hari sebelumnya.
Lonjakan kendaraan juga terjadi di sejumlah ruas tol utama di Jawa Barat. Ruas Tol Cipularang mencatat peningkatan kendaraan masuk sebesar 70,69 persen atau sebanyak 59.881 kendaraan.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang keluar meningkat 69,68 persen atau sebanyak 42.134 kendaraan. Peningkatan serupa terjadi di ruas Tol Padaleunyi dengan kenaikan 64,72 persen untuk kendaraan masuk dan 67,04 persen untuk kendaraan keluar.
Berdasarkan data _traffic counting lidar_ pada 31 Maret 2025, terjadi penurunan jumlah kendaraan di beberapa jalur utama Jawa Barat. Jalur Pantura mengalami penurunan 2,7 persen dengan mayoritas kendaraan roda dua mencapai 73,6 persen.
Jalur Tengah mengalami penurunan 5,9 persen, juga didominasi kendaraan roda dua sebesar 70,3 persen. Di Jalur Selatan, jumlah kendaraan menurun 4 persen, sementara di Jalur Wisata terjadi penurunan 0,8 persen.
Halaman Selanjutnya
Namun, layanan kereta lokal mengalami lonjakan hingga 38,14 persen dengan total 58.811 penumpang. Di Daop III, terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 16,44 persen menjadi 13.228 orang. Untuk layanan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), tercatat 17.878 penumpang, mengalami penurunan sebesar 22,66 persen.