Tears and Apologies in Serang Banten Detention Center

Rabu, 2 April 2025 – 06:46 WIB

Serang, VIVA – Lebaran, yang identik dengan kebersamaan dan kebahagiaan, menjadi momen penuh haru bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Serang. Di balik jeruji besi, mereka harus merayakan hari kemenangan dengan cara yang berbeda—tanpa ketupat, tanpa opor ayam, tetapi dengan air mata yang mengalir deras saat bertemu keluarga tercinta.

Baca Juga :

Suasana emosional begitu terasa ketika para WBP akhirnya dapat bersua dengan sanak saudara. Seorang ayah memeluk putrinya yang masih kecil dengan erat, air matanya tak terbendung. Ia menyadari bahwa tahun ini, ia tidak bisa merayakan Lebaran di rumah seperti keluarga pada umumnya. Namun, kesempatan untuk berjumpa dengan orang-orang tersayang sudah lebih dari cukup baginya.

Baca Juga :

“Momen ini sangat berarti bagi kami. Kami bisa kumpul, ngobrol, saling memaafkan. Apalagi bisa meluk anak saya ini. Makasih, makasih banyak, makasih,” ujar RD, salah satu WBP di Rutan Kelas IIB Serang, dengan suara bergetar menahan tangis, Selasa (01/04/2025).

Di sudut lain, seorang suami menangis di pundak istrinya, meluapkan penyesalan atas kesalahan yang telah ia perbuat. Dengan suara serak dan terisak, ia meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Baca Juga :

“Maafin ayah ya, mah, maaf,” ucapnya sambil menggenggam erat tangan sang istri.

Dibangun sejak zaman kolonial Belanda pada tahun 1885, Rutan Kelas IIB Serang yang berusia 140 tahun itu menjadi saksi bisu pertemuan penuh emosi antara para WBP dan keluarga mereka. Beralaskan karpet sederhana dan duduk di bawah tenda yang telah disiapkan, mereka bercengkrama tanpa sekat, menikmati momen kebersamaan meskipun dalam batasan yang ada.

MEMBACA  Pulang kampung Lebaran: Polisi pantau arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak di Banten

“Kami berupaya memberikan layanan terbaik agar warga binaan tetap dapat merasakan kebahagiaan Lebaran dengan keluarga mereka,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Serang, Marthen Butar Butar, Selasa (01/04/2025).

Dalam dua hari kunjungan, Senin – Selasa, 31 Maret – 01 April 2025, tercatat sebanyak 1.570 orang datang menemui 441 WBP. Rencananya, momen silaturahmi yang berlangsung dengan penjagaan ketat ini akan berakhir pada Rabu, 02 April 2025.

“Kunjungan ini berjalan lancar. Dengan banyaknya jumlah keluarga warga binaan yang datang, tentunya butuh tenaga tambahan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik,” tambah Marthen.

Selain kunjungan keluarga, momen Idul Fitri 2025 juga membawa kabar gembira bagi sebagian WBP. Sebanyak 115 WBP mendapatkan remisi khusus Idul Fitri sebagai bentuk apresiasi atas perilaku baik serta partisipasi mereka dalam program pembinaan selama menjalani masa hukuman.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 orang mendapatkan pengurangan masa tahanan (remisi) selama 15 hari, sementara 53 orang lainnya memperoleh remisi selama 30 hari. Tidak ada narapidana yang mendapatkan RK II atau pengurangan masa pidana sekaligus dinyatakan bebas,” ungkap Marthen.