Menolak, Sukatani Tidak Mau Menjadi Duta Polisi

Senin, 03 Maret 2025 – 07:17 WIB

Band post-punk asal Purbalingga, Sukatani tampil dalam RRREC Fest 2023 di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (7/10/2023). Foto: Dedi Yondra / JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Band post-punk asal Purbalingga, Sukatani buka suara terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Duo beranggotakan Muhammad Syifa Al Lufti atau Alectroguy dan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel itu mengaku mendapat intimidasi sejak tahun lalu.

“Halo kawan-kawan, mau mengabarkan bahwa kami dalam keadaan baik namun masih dalam proses recovery pascakejadian bertubi yang selama ini kami hadapi sejak Juli 2024,” ungkap Sukatani melalui akun resmi di Instagram, Sabtu (1/3).

“Tekanan dan intimidasi dari Kepolisian terus kami dapatkan, hingga akhirnya video klarifikasi atas lagu yang berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’ kami unggah melalui media sosial. Kejadian tersebut membuat kami mengalami berbagai kerugian, baik secara materiil maupun nonmateriil,” lanjutnya.

Akibat intimidasi tersebut, Sukatani terpaksa membuat video klarifikasi dan permintaan maaf yang diunggah pada 20 Februari 2025.

Sukatani bahkan harus merekam video dalam keadaan tanpa topeng yang selama ini jadi ciri khas dan dipakai di panggung.

Tidak hanya itu, lagu Bayar Bayar Bayar milik Sukatani juga ditarik dari platform musik digital.

“Namun dengan adanya dukungan dan solidaritas kawan-kawan, membuat kami semakin kuat dan tidak menyerah,” tuturnya.

Band post-punk asal Purbalingga, Sukatani buka suara terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

MEMBACA  "Menginspirasi! Ibu Nira Memberdayakan Perempuan Lokal Melalui Bisnis Pakaian Adat, Berkembang Bersama PNM hingga Menembus Pasar Ekspor" Penataan visual: Gunakan jenis font yang elegan dan mudah dibaca. Tambahkan spasi yang seimbang antar baris. Jika memungkinkan, sertakan aksen atau dekorasi minimalis seperti garis bawah tipis atau warna aksen yang harmonis. Pastikan ukuran teks proporsional untuk penekanan pada kata kunci: "Memberdayakan", "Bisnis Pakaian Adat", "Pasar Ekspor". Opsional untuk desain: Highlight kata "Menginspirasi!" dengan warna atau gaya font yang berbeda. Gunakan bold pada "Ibu Nira" dan "PNM" untuk penekanan.