Produksi lokal kantung darah untuk memperkuat sistem kesehatan: Menteri

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa inisiatif untuk memproduksi kantong darah dan mesin hemodialisis secara domestik dapat memfasilitasi transformasi kesehatan, terutama dengan memperkuat ketahanan sistem kesehatan. Beliau menekankan pentingnya dapat memproduksi peralatan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam situasi darurat. Kemampuan ini akan memungkinkan Indonesia lebih siap dengan pasokan yang cukup dalam menghadapi kemungkinan pandemi di masa depan yang mungkin memerlukan lockdown.

“Dalam agregat nasional, belanja negara di sektor kesehatan sekitar Rp640 triliun. Dengan produk kantong darah dan mesin hemodialisis yang diproduksi lokal, ini dapat membantu belanja negara dan berkontribusi sebesar 3 persen terhadap PDB Indonesia,” katanya di sini pada hari Rabu (26 Februari).

Menteri mencatat bahwa mesin hemodialisis sangat penting karena terus meningkatnya permintaan untuk dialisis. Oleh karena itu, beliau mengundang masyarakat untuk memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis untuk mencegah penyakit kronis yang memerlukan dialisis.

Beliau juga mengundang industri dalam negeri untuk berpartisipasi dalam memproduksi perangkat medis yang dibutuhkan oleh negara, terutama dalam menawarkan pemeriksaan kesehatan gratis dan meningkatkan kualitas rumah sakit.

Berbagai produk kesehatan sekali pakai yang perlu mendapat perhatian, termasuk plasma darah dan NaCl, memerlukan dukungan regulasi untuk memastikan produksi dalam negeri dapat berjalan lancar.

Menteri menunjukkan bahwa beberapa barang, termasuk reagen dialisis, masih diimpor.

“Nah, kita sudah mulai (untuk memproduksi lebih banyak produk kesehatan). Dulu kita hanya memiliki satu pabrik vaksin, tetapi sejak 2020, sudah ada tiga pabrik,” ujarnya.

Beliau juga mencatat bahwa impor alat medis telah turun dari 90 persen menjadi sekitar 60-70 persen.

Direktur Utama Oneject Indonesia, Jahja Tear Tjahjana, menyatakan bahwa perusahaannya dapat memproduksi sekitar 6 juta kantong darah dan sekitar 1.200-1.500 mesin hemodialisis setiap tahun.

MEMBACA  AS Berkomitmen untuk 'membeli dan memiliki' Gaza, kata Trump | Berita

Jahja menyatakan optimisme bahwa pihaknya dapat menyuplai setidaknya 70 persen dari kantong darah yang dibutuhkan oleh Palang Merah Indonesia.

Berita terkait: Kementerian mendorong manajemen risiko untuk sistem kesehatan yang berkelanjutan

Berita terkait: Kementerian siapkan sistem digital untuk program pemeriksaan kesehatan gratis

Berita terkait: Sistem sanitasi yang sehat dapat mencegah pandemi: wakil menteri

Penerjemah: Mecca Yumna Ning Prisie, Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Hak cipta © ANTARA 2025

Tinggalkan komentar