Zest Maps: Penerus Spiritual Foursquare Berbasis Kecerdasan Buatan

Sembari menemani wawancara tentang aplikasi penemuan restoran barunya, Zest Maps, pendirinya Mario Gomez-Hall berhenti sejenak di papan peringkat pengguna dan menyoroti satu profil yang memuncaki tangga dengan lebih dari 1.000 kunjungan tercatat. Profil itu milik Dennis Crowley, salah satu pendiri Foursquare, yang tengah membantu menguji versi beta.

“Ia memberi kami umpan balik yang sangat berguna,” kata Gomez-Hall. “Ini semacam penerus spiritual bagi Foursquare.” (Bagi yang mungkin lupa, Foursquare adalah aplikasi sosial check-in lokasi yang populer sekitar tahun 2010, saat aplikasi berkemampuan GPS pertama kali menjadi tren.)

Gagasan inti dari Zest Maps, yang diluncurkan hari ini untuk pengguna iOS (belum mendukung Android), adalah pencatatan otomatis setiap restoran dan kafe yang Anda kunjungi dengan melacak transkasi kartu kredit Anda dan menggunakan data itu untuk menyoroti tempat kuliner lain yang mungkin Anda sukai. Alat AI dalam aplikasi ini menganalisis riwayat bersantap Anda dan menyusun peta rekomendasi terdekat yang dilengkapi foto serta deskripsi suasana masing-masing tempat.

Courtesy of Zest

Zest juga mengumpulkan data pengguna ini untuk menandai restoran-restoran yang sedang naik daun di area Anda, bersama dengan tempat baru yang dikunjungi teman. “Kami hanya menampilkan kunjungan pertama ke suatu tempat,” ujarnya. “Jadi, bila Anda terus kembali ke pizzeria yang sama, kami tidak akan membanjiri teman Anda dengan informasi soal tempat yang sama itu.” Biasanya, kunjungan ke restoran jaringan (rantai) juga tidak begitu disorot oleh Zest. Aplikasi ini lebih memerhatikan malam kencan Anda di restoran steak ala Brasil ketimbang seporsi McDouble seusai kerja.

Gomez-Hall sadar sebagian pengguna enggan menghubungkan akses ke kartu kredit mereka, oleh karena itu ia menekankan fitur ini bersifat opsional dan difasilitasi oleh Plaid—platform populer yang menghubungkan aplikasi finansial ke rekening bank Anda; termasuk layanan seperti Google Wallet dan Wealthfront. “Kami tidak mengintip ke akun OnlyFans Anda,” ujar Gomez-Hall. “Kami hanya melirik mutasi makanan dan minuman.” Selain menganalisis semata transaksi kuliner, Zest juga memberi kendali pada pengguna untuk mengatur siapa saja yang dapat melihat kunjungan mereka sesama teman serta menghapus riwayat kunjungan ke restoran mana pun.

MEMBACA  Dukung Perekonomian dengan Penerangan Jalan Umum Pintar Berbasis IoT

Profil pendiri aplikasi ini menjabarkan 966 kunjungan tercatatnya ke dalam lima kategori teratas: kedai kopi, toko roti, masakan Thailand, pizza, dan Jepang. Tertampak pula Delicious Thai Kitchen serta Ike’s Love & Sandwiches di Oakland sebagai tempat andalannya (“go-to”), daftar restoran hasil simpanan yang ingin dikunjungnya, baik ketika lagi di dekat rumah maupun saat berlibur. Apabila seorang temat menyambangi tempat yang tersimpan, biasanya animasinya muncul di peta Zest Anda.

Ambisi pendirinya dengan Zest ini cukup terfokus untuk bersinergi semata dengan aplikasi yang biasa terpakai, tanpa berambisi menggolong pemain lama. “Jejaring spesifik sering malah lebih berharga dari beragam sisi, karna basis penggunya betul-betul tertuju,” kata ia. “Kami bukanlah target menjadi satu aplikasi serbaguna yang akan menumpas begituan Google dan Yelp. Kami betul-betul sekadar fokus dalam hal cara menemukan dan melacak kuliner.”

Tinggalkan komentar