xAI Telah Akhirnya, Hidup SpaceXAI

xAI berganti nama menjadi SpaceXAI.

“Sekarang kami @SpaceXAI,” tulis akun itu di X.

Penulis sangat senang. Selama ini ia kesulitan menulis “xAI” dengan huruf kecil di awal. Apalagi menjelaskan bahwa xAI diakuisisi SpaceX pada bulan Februari, sebelum SpaceX go public bulan lalu.

Animasi di postingan X SpaceXAI memang memalukan secara estetika. Logo xAI yang terlihat seperti dibuat buru-buru berubah menjadi logo SpaceX. Kini tulisan AI-nya nyaris tidak terlihat. Tapi yang penting, sebutan SpaceXAI lebih jelas. Ia tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi.

Pada bulan Maret, Elon Musk bilang Grok perlu “dibangun ulang dari dasar.” SpaceX lalu mulai membeli alat AI bernama Cursor. Sejak itu, Musk mengklaim Grok mengalami perbaikan besar.

Tahun lalu, perusahaan yang dulu bernama xAI menghabiskan $6,4 miliar. Itu dua kali lipat pendapatannya. Meski begitu, divisi AI SpaceX sangat penting bagi cerita Musk tentang masa depan perusahaan bernilai sangat besar. Kunci cerita ini adalah gabungan antara infrastruktur luar angkasa dan AI.

Dalam prospektus SpaceX, mereka menulis: “Kami yakin infrastruktur AI di luar angkasa dapat memanfaatkan energi Matahari yang tidak terbatas. Ini akan membantu AI mengubah cara manusia memahami alam semesta dan memperbaiki kehidupan sehari-hari.”

Elon Musk pernah bicara dalam pertemuan dengan karyawan xAI bulan Februari. Ia berkata akan meluncurkan pusat data di orbit Bumi dengan skala besar. Levelnya 100 sampai 200 gigawatt per tahun, bukan akumulatif. Jika ingin lebih dari satu terawatt per tahun, kata dia, harus ke Bulan.

Semoga beruntung untuk tim SpaceXAI yang harus mewujudkannya semua. Sementara itu, perusahaan induknya makin masuk ke pasar saham. Sistem tata kelolanya membuat Musk tidak bisa dipecat, apa pun yang terjadi. Ide aneh pria ini sudah didukung begitu banyak oleh kelas pemilik kekayaan, jadi entah harus menjadi kenyataan atau kita semua akan celaka.

MEMBACA  Google Earth Hadirkan Asisten AI untuk Pantau Krisis Iklim

Tinggalkan komentar