Wuchang: Fallen Feathers Review – Hampir Luar Biasa

Wuchang: Fallen Feathers, game Soulslike terbaru yang sangat dinantikan, kali ini dikembangkan oleh studio asal Tiongkok, Leenzee. Berbeda dengan beberapa rilis Soulslike terbaru, Wuchang lebih setia pada formula yang diciptakan oleh Demon’s Souls dan Dark Souls dari FromSoftware. Namun, perubahan yang dilakukan justru bisa jadi bumerang bagi game ini.

Wuchang merupakan Soulslike yang ambisius, membuatnya menonjol di tengah subgenre yang sedang populer. Sayangnya, semua sistem barunya justru terasa rumit dan menyulitkan pemain. Mungkin jika pemain bisa memahami keseimbangan sistem dengan sempurna, mereka bisa menciptakan karakter dengan kemampuan luar biasa. Tapi, mencapai titik ideal itu sangatlah susah saat memainkannya.

Cerita Wuchang mirip dengan kebanyakan game Soulslike. Kamu memainkan Bai Wuchang, seorang prajurit bajak laut yang mengalami amnesia dan harus bertarung melawan berbagai ancaman di Tiongkok kuno era Dinasti Ming. Banyak orang menjadi korban "feathering", penyakit dalam game yang menyebabkan yang terinfeksi tumbuh bulu dan berubah jadi monster. Wuchang bisa memanfaatkan kekuatan feathering, menjadikannya petarung ideal untuk mengungkap misteri di balik wabah ini.

Apakah alurnya membingungkan dan tidak jelas? Ya, karena ini Soulslike—kurang lebih itu sudah jadi syarat wajib. Karakter yang kamu temui bicara dengan samar tentang orang dan hal-hal yang tidak masuk akal sampai kamu menyambungkannya dengan deskripsi item, petunjuk di sekitar peta, dan elemen cerita lingkungan. Sulit untuk memahami keseluruhan cerita hanya dengan bermain santai, jadi aku bergantung pada lore hunters di YouTube untuk menyusun ceritanya setelah game ini rilis.

Sistem Progresi Terlalu Rumit

Yang penting dalam Wuchang—dan Soulslike mana pun yang ingin menonjol—adalah gameplay-nya, dan di sini memang unik. Dinamis, tapi malah terlalu kompleks sampai mengganggu alur pertarungan.

MEMBACA  Menteri Luar Negeri Israel Diprediksi Tiba di Berlin, Gaza Jadi Agenda Utama

Sebagai Wuchang, kamu bisa menggunakan lima jenis senjata:

  • Kapak – damage besar tapi lambat
  • Pedang panjang – damage bagus dan bisa parry
  • Pedang kembar – serangan cepat tapi damage lebih rendah
  • Pedang satu tangan – damage dan kecepatan sedang
  • Tombak – damage solid dengan jangkauan lebih jauh

    Total ada 25 senjata di game ini, masing-masing dengan tampilan, kemampuan, dan stat unik. Jadi, tidak terlalu overwhelming dibanding Elden Ring yang punya lebih dari 300 senjata.

    Tapi, untuk memaksimalkan senjata, kamu harus menjelajahi skill tree yang justru terlalu rumit. Sistem ini mengingatkanku pada Sphere Grid di Final Fantasy X. Ada enam jalur berbeda—satu untuk tiap senjata dan satu untuk upgrade universal seperti menambah healing flask, meningkatkan damage efek tertentu, atau menambah magic points. Di tiap jalur juga ada peningkatan stat seperti strength, endurance, dan agility.

    Untuk membuka node di grid, kamu butuh red mercury (mata uang dalam game). Makin banyak node terbuka, makin banyak stat dan kemampuan yang bisa didapat.

    Kalau baca ini saja sudah bingung, bayangkan saat memainkannya. Beda rasanya hanya menaikkan level karakter dengan harus membuka jalur tertentu hanya agar dapat tambahan healing flask.

    Masalah muncul saat kamu tidak membuka jalur yang dibutuhkan untuk melawan bos tertentu. Aku sempat kesulitan melawan bos pertama yang mengharuskan deflect/parry. Karena sebelumnya fokus ke jalur kapak, aku tidak siap untuk pertarungan itu. Padahal, kemampuan deflect ada di jalur pedang panjang. Untungnya, kita bisa respec gratis di shrine, dan akhirnya bos itu bisa dikalahkan.

    Upgrade grid ini menarik, tapi terlalu banyak kemampuan yang seharusnya sudah terbuka sejak awal agar tidak frustasi.

    Sistem Kegilaan yang Bikin Gila

    Ide lain yang menarik di Wuchang adalah sistem madness. Mirip dengan Humanity di Dark Souls atau Insight di Bloodborne. Semakin sering mati atau mengalahkan musuh tertentu, madness-mu akan naik. Di level tertentu, madness bisa memberimu damage tambahan atau kemampuan ekstra.

    Tapi kalau madness-mu penuh? Itu buruk karena meski damage meningkat, kamu juga akan menerima damage lebih besar. Cocok buat pemain Soulslike hardcore yang jago dodge dan parry, tapi bakal menyiksa kalau sedang kesulitan melawan bos.

    Yang unik, kalau kamu mati saat madness hampir penuh, souls-mu akan berubah jadi evil doppelganger yang harus dikalahkan. Kalau menang, kamu dapat item dan madness-mu kembali ke nol.

    Masalahnya, mengurangi madness tidak mudah. Kamu bisa membunuh musuh humanoid, tapi untuk menemukannya kadang harus membunuh musuh lain yang justru menambah madness. Atau beli item penurun madness di kuil, tapi tidak selalu tersedia.

    Sistem ini jadi benar-benar mengganggu saat melawan bos. Kalau terus mati di arena bos, doppelganger tidak muncul, jadi kamu terjebak dengan madness maksimal kecuali sengaja mati di tempat lain.

    Cantik Tapi Kejam

    Dari segi gameplay dan grafis, Wuchang sebanding dengan Soulslike lain. Kecepatannya sedikit di bawah Sekiro, tapi lebih cepat dari Bloodborne. Dinamis, terutama berkat sistem Spirit Points—pengganti mana di game ini.

    Untuk dapat Spirit Points, cara termudah adalah dengan dodge. Dodge sempurna memberimu satu point yang bisa dipakai untuk kemampuan spesial atau sihir dasar. Di grid, ada node untuk menambah points atau cara lain mendapatkannya, seperti deflect atau combo tertentu.

    Sistem ini memaksa pemain lebih agresif dalam pertarungan, tidak bisa hanya mengandalkan serangan jarak jauh sejak awal.

    Visual Wuchang sangat memukau, terutama desain bos yang unik baik dari serangan maupun tampilannya. Secara keseluruhan, presentasinya setara dengan game AAA lain. Voice acting bahasa Inggris agak lemah, tapi tidak terlalu masalah karena dialognya sedikit.

    Di PS5 standar, kadang terjadi frame drop setelah bermain cukup lama, meski tidak karena terlalu banyak aksi di layar.

    Wuchang adalah upaya besar Leenzee. Meski tidak merevolusi genre Soulslike, game ini menawarkan ide-ide yang bisa disempurnakan, baik oleh mereka atau developer lain. Mungkin sekuel Wuchang bisa jadi game luar biasa jika dibuat. Tapi untuk sekarang, formulanya belum sempurna.

    Wuchang: Fallen Feathers rilis pada 23 Juli untuk PC, PS5, dan Xbox Series dengan harga $50. Juga tersedia di Xbox Game Pass sejak hari pertama.

MEMBACA  Penundaan Kepulangan Astronot China dari Stasiun Luar Angkasa Diduga Akibat Hantaman Puing Antariksa