Perusahaan taksi robot milik Google, Waymo, memberikan kehidupan baru pada baterai kendaraan listrik (EV) lamanya—dengan menggunakannya untuk mengisi celah energi di jaringan listrik lokal.
Alih-alih mendaur ulang baterai yang sudah pensiun, inisiatif Waymo justru akan memeras tetesan listrik terakhir darinya, dan menyalurkan daya tersebut ke tempat yang paling membutuhkan.
B2U Storage Solutions, mitra Waymo dalam inisiatif ini, mengatakan bahwa sistem penyimpanan baterai EV mereka “berfungsi sebagai reservoir vital.” Sistem ini menyerap kelebihan energi surya pada puncak siang hari, lalu mengirimkannya kembali ke jaringan saat periode permintaan tinggi, biasanya di sore hari.
Mashable Light Speed
LIHAT JUGA:
Bisakah Waymo dan Waze memperbaiki lubang di jalan kota?
Untuk awalnya, energi tambahan ini akan menguntungkan California dan Texas, dua negara bagian yang sudah banyak menjadi tempat operasi perusahaan ini. Kota-kota seperti Los Angeles, San Francisco, Houston, Dallas, Austin, dan San Antonio semuanya dilayani oleh Waymo. Kemitraan Waymo/B2U ini akan mengerahkan kapasitas penyimpanan ratusan megawatt di seluruh jaringan listrik, menurut kedua perusahaan tersebut.
Jumlah itu memang tidak terlalu besar—wilayah Los Raya dan sekitarnya menerima sekitar 8.100 megawatt kapasitas listrik dari Departemen Air dan Listrik Los Angeles, perusahaan utilitas kota terbesar di AS—tetapi ini dapat menggantikan energi kotor yang sering dipakai untuk mendukung jaringan listrik selama masa permintaan tinggi, mulai dari turbin gas hingga pembakaran sampah.
“Armada EV bersama kami memberikan peluang sangat besar untuk mendukung pertumbuhan energi bersih di jaringan listrik sembari memperluas ekonomi sirkular,” ujar Adam Lenz, Kepala Keberlanjutan & Lingkungan Waymo, dlam sebuah pernyataan.