Salah satu hal yang paling polos di dunia—jilatan anjing—mungkin telah mengakibatkan konsekuensi yang tragis bagi Manjit Sangha, warga UK berusia 56 tahun. Para dokter menduga dia kemungkinan tertular infeksi yang hampir mematikan dari anjing peliharaannya, yang berujung pada amputasi keempat anggota badannya.
BBC melaporkan kasus langka ini akhir pekan lalu. Sangha mengalami sepsis parah yang berkembang dengan cepat musim panas lalu, membuatnya koma. Meski kehilangan anggota badan dan limpa, dia selamat secara luar biasa dan penuh harap untuk pemulihannya.
“Saya ingin bisa berjalan lagi,” kata Sangha kepada BBC. “Saya ingin mendapatkan prostetik [dan] kembali bekerja.”
Jilatan yang Berakibat Fatal
Menurut suaminya, Kam Sangha, dia mulai merasa tidak enak badan tak lama setelah pulang kerja pada suatu Minggu sore di akhir Juli 2025. Pada Senin pagi, kondisinya sudah kekurangan oksigen dan tidak responsif. Dia dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di ICU, di mana jantungnya berhenti setidaknya enam kali.
Ini adalah kasus syok septik akut—penurunan tekanan darah yang mengancam jiwa akibat peradangan ekstrem dan meluas di seluruh tubuh, atau yang lebih dikenal sebagai sepsis. Sepsis dipicu oleh infeksi, yang mungkin ditularkan melalui hal sederhana seperti anjingnya menjilat luka terbuka kecil atau lecet, menurut penjelasan dokter kepada BBC.
Meski dokter berhasil menstabilkan kondisinya, Sangha mengalami komplikasi lain, termasuk pneumonia dan batu empedu. Bahkan setelah berhasil lolos dari kematian dan membaik secara bertahap, penyakit tersebut akhirnya mengharuskannya menjalani pengangkatan limpa serta amputasi parsial pada keempat anggota tubuhnya.
Namun, setelah 32 minggu dirawat di rumah sakit, Sangha akhirnya dipulangkan dan kembali ke rumah pekan lalu.
“Sulit menjelaskan pengalaman ini,” ujarnya. “Kehilangan anggota tubuh dan tangan dalam waktu singkat adalah hal yang sangat besar.”
Bangkit Kembali
Meski sebagian besar infeksi tidak berujung sepsis, kondisi ini tetap merupakan masalah kesehatan serius yang umum. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 50 juta orang di dunia mengembangkan sepsis setiap tahun, sementara 11 juta kematian tahunan terkait dengannya (sekitar 20% dari total kematian tahunan).
Manjit Sangha sedang menjalani pemulihan di rumah sakit. © GoFundMe
Perawatan sepsis memerlukan biaya besar, begitu pula perawatan pasca-pemulihan bagi para penyintasnya. Sangha memperkirakan dibutuhkan puluhan ribu dolar untuk mendapatkan prostetik canggih yang memungkinkannya berjalan dan menggunakan anggota tubuhnya kembali dengan mobilitas dan kemandirian yang tinggi. Untuk itu, teman dan keluarganya menggalang kampanye GoFundMe guna membangun kembali hidupnya, yang saat ini telah terkumpul £34.005 (sekitar $45.000 USD).
Terlepas dari pengalaman mengerikan yang dialaminya, Sangha optimis menatap masa depan.
“Saya sudah cukup banyak duduk di kursi dan tempat tidur. Sekarang waktunya untuk berjalan,” katanya kepada BBC.