Vimeo PHK Sebagian Besar Staf, Diduga Seluruh Tim Video Termasuk

Vimeo kembali dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), dan kali ini tampaknya dalam skala yang sangat besar.

Business Insider melaporkan awal pekan ini bahwa situs hosting video tersebut telah melakukan pemangkasan karyawan di seluruh jajaran kerjanya secara global.

“Kemarin, menyusul akuisisi Vimeo baru-baru ini oleh sebuah perusahaan ekuitas swasta, saya mendapat kabar bahwa saya, bersama sebagian besar karyawan perusahaan, terdampak PHK,” tulis mantan Wakil Presiden Global Brand & Creative perusahaan itu, Dave Brown, dalam sebuah postingan di LinkedIn.

Seorang insinyur perangkat lunak mengatakan dalam postingan LinkedIn-nya sendiri bahwa ia di-PHK bersama dengan “sejumlah sangat besar” karyawan perusahaan. Seorang mantan staf Vimeo juga memposting di X bahwa “hampir semua orang di Vimeo di-PHK,” termasuk seluruh tim video.

Kabar ini muncul hanya beberapa bulan setelah perusahaan induk teknologi asal Italia, Bending Spoons, membeli Vimeo senilai $1,38 miliar tahun lalu. Sebelumnya, Vimeo telah memangkas 10% tenaga kerjanya pada bulan September.

Didirikan pada 2004, hanya setahun sebelum YouTube, Vimeo memposisikan diri sebagai alternatif premium untuk hosting video, lebih berfokus pada kreator profesional dan bisnis daripada konten viral.

Pada 2020, Vimeo mulai lebih berat mengandalkan alat berbasis AI setelah mengakuisisi Magisto, dengan memperkenalkan fitur penyuntingan video otomatis. Belakangan ini, perusahaan terus mengadopsi AI. Tahun lalu, mereka merilis fitur yang menggunakan AI untuk menelusuri pustaka video, memungkinkan pengguna dengan cepat menemukan momen spesifik menggunakan pencarian kata kunci.

“Kami berusaha membuat AI lebih bermanfaat bagi kreator dan penonton,” CEO Vimeo Philip Moyer mengatakan kepada NYNext saat itu. “Tujuan kami adalah menembus kebisingan, menjadi platform yang terpercaya.”

Alat AI Vimeo juga memungkinkan pengguna menerjemahkan dan mendubbing video, serta menyunting rekaman dengan menghapus kata-kata langsung dari transkrip.

MEMBACA  Wakil Tim Merah Putih Siap Memperlihatkan Kemampuan di Indonesia International Open 2024

Meski mudah untuk mengaitkan fokus Vimeo pada AI dengan PHK ini, alasan sebenarnya mungkin lebih sederhana. Nyatanya, harga saham Vimeo hampir melonjak dua kali lipat menjelang akhir tahun lalu setelah mereka mengumumkan alat-alat yang akan membantu menyaring konten AI berkualitas rendah.

Sementara itu, Bending Spoons telah membangun reputasi karena membeli perusahaan teknologi yang sudah lewat masa kejayaannya dan secara agresif memotong biaya. Perusahaan ini mengakuisisi Evernote pada 2022, disusul Meetup dan WeTransfer pada 2024, serta AOL dan Eventbrite pada 2025. PHK kerap menyusul banyak dari akuisisi tersebut. Pada September 2024, hanya beberapa bulan setelah diakuisisi Bending Spoons, WeTransfer mem-PHK 75% stafnya.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa pengumuman PHK di Vimeo dilakukan pada 20 Januari 2026. Untuk menghormati privasi mereka yang terdampak, kami tidak dapat memberikan detail lebih lanjut saat ini,” ujar juru bicara Bending Spoons kepada Gizmodo dalam pernyataan tertulis. “Ke depan, Bending Spoons tetap berkomitmen untuk mengembangkan Vimeo guna memenuhi kebutuhan beragam basis penggunanya.”

Vimeo tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Gizmodo.

Tinggalkan komentar