Vimeo Lakukan PHK Usai Akuisisi

Dahulu kala, terdapat sebuah platform video daring bernama Vimeo yang dikenal oleh pengguna internet sebagai alternatif yang lebih intelek dibanding YouTube. Jika YouTube identik dengan para vlogger dan komedi amatir, Vimeo dikenal sebagai wadah bagi film pendek berkualitas produksi tinggi karya sineas indie sejati. Platform ini punya versinya sendiri dari YouTube Premium, memproduksi konten orisinal, dan bahkan pernah mendapat nominasi Emmy.

Meskipun Vimeo secara teknis masih ada, versi Vimeo yang demikian sudah tiada. Pada September lalu, Vimeo diakuisisi oleh perusahaan teknologi asal Italia, Bending Spoons. Kini, Bending Spoons baru saja melakukan PHK terhadap sejumlah signifikan karyawan Vimeo.

Bending Spoons telah mengonfirmasi PHK ini kepada TechCrunch namun tidak mengungkapkan berapa tepatnya karyawan yang terdampak. Namun, seorang mantan insinyur senior Vimeo yang mengundurkan diri bulan lalu setelah 13 tahun, menurut LinkedIn-nya, menyatakan bahwa PHK tersebut hampir membersihkan Vimeo secara keseluruhan.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.

“Saya menghidupkan kembali akun ini untuk berkata: Hampir semua orang di Vimeo di-PHK kemarin, termasuk seluruh tim video,” tulis Derek Buitenhuis di akunnya di platform media sosial X. “Jika Anda mencari insinyur berbakat, kini ada beberapa yang tersedia di pasar.”

“Menyebalkan melihat sesuatu yang saya bangun dihancurkan oleh ekuitas swasta yang berkedok perusahaan teknologi,” lanjut Buitenhuis.

Mantan Wakil Presiden Global Brand and Creative Vimeo, Dave Brown, juga mengonfirmasi di LinkedIn bahwa mereka termasuk yang di-PHK dan “sebagian besar perusahaan” terdampak.

Vimeo didirikan pada 2004, dan meski tak pernah menyamai kesuksesan YouTube, platform ini berhasil mengukuhkan posisi terhormat sebagai platform video nomor dua dengan fokus pada seniman dan seni perfilman. Namun, seperti ditulis TechCrunch, dalam beberapa tahun terakhir Vimeo berusaha beralih ke kecerdasan buatan, menawarkan alat-alat AI baru bagi penulis skenario dan editor video.

MEMBACA  Indonesia Perketat Keamanan Usai Aksi Unjuk Rasa Mematikan | Berita Unjuk Rasa

Pada September 2025, Vimeo mengumumkan akan diakuisisi oleh Bending Spoons senilai $1,38 miliar.

Nama Bending Spoons mungkin terdengar familier. Pada 2024, sebuah artikel Bloomberg menjuluki perusahaan tersebut sebagai “hipster ekuitas swasta” untuk generasi toko aplikasi. Perusahaan ini memang gencar melakukan akuisisi selama beberapa tahun terakhir, membeli merek teknologi lawas seperti AOL, Evernote, MeetUp, dan WeTransfer. Mereka juga mengakuisisi platform video lain seperti StreamYard dan Brightcover. Kini, Bending Spoons terkenal di industri teknologi karena membeli merek-merek legacy yang kurang performanya, memecat karyawan, mempekerjakan tenaga kerja yang lebih murah, dan menaikkan harga—sebuah skema standar ekuitas swasta.

Layanan Vimeo masih tetap berjalan, menyediakan langganan hosting video berbayar untuk unggahan tanpa iklan. Untuk saat ini, belum jelas perubahan apa yang direncanakan Bending Spoons untuk platform ini.

Topik
Viral Videos
YouTube

Tinggalkan komentar