Berita Buruk untuk Para Gamer: Mesin Steam yang sangat dinanti-nanti, yang lama dikabarkan akan diluncurkan pada paruh pertama 2026, mungkin akan tertunda lebih lama lagi. Penyebabnya adalah kelangkaan memori dan penyimpanan, serta harga komponen tersebut yang melambung tinggi dan membebani konsumen.
LIHAT JUGA:
Stok Habis: Valve Steam Deck Menjadi Korban Terbaru Kelangkaan Memori Global
Dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, produsen perangkat keras gaming kini harus bersaing memperebutkan memori, penyimpanan, dan daya pemrosesan grafis dengan raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, dan OpenAI. Perusahaan-perusahaan ini, dengan kantong yang sangat dalam, sedang berlomba-lomba untuk memenangkan persaingan di bidang AI.
Baru-baru ini pada bulan Februari, Valve mengakui realitas ini dalam sebuah postingan blog:
"Saat kami mengumumkan produk-produk ini pada November lalu, kami berencana untuk membagikan harga spesifik dan tanggal peluncuran saat ini. Namun, kelangkaan memori dan penyimpanan yang mungkin telah Anda dengar di seluruh industri meningkat dengan cepat sejak saat itu. Ketersediaan yang terbatas dan harga yang terus naik dari komponen kritis ini mengharuskan kami untuk meninjau ulang jadwal pengiriman dan penetapan harga (terutama untuk Steam Machine dan Steam Frame)."
Bagi yang belum tahu, Steam Machine adalah upaya terbaru Valve untuk mengalihkan dominasi perangkat lunaknya di pasar PC gaming ke perangkat keras. Produk ini dijanjikan sebagai PC gaming anggaran dengan bentuk konsol, dikabarkan harganya di bawah $1.000, namun tetap mampu menawarkan "gaming 4K pada 60 FPS dengan FSR". Penyimpanan internalnya tersedia dalam opsi 512GB atau 2TB, dapat diperluas via microSD, dan berjalan pada sistem operasi SteamOS milik mereka.
Dalam pembaruan "Tinjauan Tahun Steam 2025", Valve awalnya menulis bahwa mereka "berharap dapat mengirimkan pada tahun 2026". Pernyataan ini sempat mengisyaratkan bahwa peluncuran Steam Machine beserta aksesori utamanya, headset VR Steam Frame dan controler, akan ditunda hingga tahun depan. Namun, mereka kemudian merevisi kalimat tersebut menjadi lebih optimis: "kami akan mengirimkan ketiga produk ini tahun ini."
Meskipun hampir pasti ini berarti kita harus menunggu hingga paruh kedua 2026, setidaknya revisi ini menjaga harapan tetap hidup di kalangan gamer yang menginginkan pengalaman gaming anggaran yang lebih baik.