Perusahaan cincin pintar Ultrahuman kembali dengan gegap gempita ke pasar AS pada hari Selasa, setelah sebelumnya tersendat oleh sengketa paten dengan rivalnya, Oura, yang membuat mereka terhalang sejak akhir 2025. Kini, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) telah memberikan izin operasi, dan *Ring Pro* yang baru diumumkan pun tersedia untuk *preorder* segera.
Pada Agustus 2025, Komisi Perdagangan Internasional AS memenangkan Oura dalam sengketa paten terhadap Ultrahuman dan Ringconn terkait arsitektur internal cincin mereka. Ringconn mencapai kesepakatan royalti, sementara Ultrahuman menghentikan penjualan Ring Air dan beralih fokus mendesain Ring Pro. Akhir Februari lalu, Ultrahuman meluncurkan produk baru ini di pasar global sembari menunggu izin penjualan di AS.
Izin tersebut akhirnya turun, memungkinkan Ultrahuman—yang bersama Samsung menguasai pangsa pasar terbesar kedua setelah Oura—untuk kembali menarik minat pembeli AS dengan teknologi *wearable*-nya.
“Kami sangat bersuka cita dapat kembali ke AS dengan Ring Pro,” ujar CEO Mohit Kumar melalui *email*. “Ultrahuman adalah perusahaan teknik—dan kami yakin perusahaan yang unggul dalam rekayasa tekniklah yang akan menang di bidang ini.”
Bagi yang tertarik memasuki dunia cincin pintar, Ring Pro menawarkan sejumlah fitur menarik. Yang pertama adalah daya tahan baterai hingga 15 hari sekali pengisian. Durasi ini dapat diperpanjang menjadi lebih dari 45 hari dengan menggunakan *charging case* Pro.
*Charging case* Ring Pro dapat meningkatkan daya baterai cincin hingga sekitar 45 hari.
Tidak seperti Oura, Ultrahuman juga tidak mengenakan biaya langganan untuk mengakses data kesehatan inti seperti tidur, pemulihan, gerakan, stres, dan ritme sirkadian (meski beberapa metrik lanjutan yang tersedia sebagai *plugin* perangkat lunak memerlukan langganan). Cincin ini dilengkapi sensor detak jantung yang didesain ulang, prosesor *dual-core* untuk *machine learning* pada *chip*, dan penyimpanan data kesehatan di perangkat selama 250 hari. Tujuannya adalah membebaskan pengguna dari ketergantungan konstan pada ponsel.
Seribu pelanggan pertama yang *preorder* Ring Pro akan mendapatkan cincin dan *charging case* seharga $349. Setelah masa *preorder*, harganya menjadi $399 termasuk *mini charger*, sementara *charging case* dijual terpisah seharga $100 (atau bisa dibeli dalam paket bundel seharga $479). Tersedia dalam warna hitam, perak, emas, dan titanium, dengan teknologi yang memudahkan cincin dipotong dalam keadaan darurat seperti pembengkakan jari.
Ultrahuman Melangkah Lebih Jauh
Ultrahuman mengklaim kembali ke AS dengan posisi yang lebih kuat—bukan hanya karena cincin barunya. Saat mengunjungi booth perusahaan di CES tahun ini, saya terkesan melihat perkembangan mereka menjadi perusahaan kesehatan holistik yang lebih matang dibandingkan 12 bulan sebelumnya.
Selain meluncurkan perangkat rumah untuk memantau lingkungan tidur, mereka telah merambah ke pelacakan ovulasi mutakhir, deteksi AFib di cincin, *insight* migrain yang telah disetujui FDA, dan pemantauan glukosa real-time melalui sensor *wearable* terpisah. Ultrahuman kini juga menyediakan layanan tes darah (*Blood Vision*) untuk menilai biomarker terkait berbagai isu kesehatan.
Bahkan tanpa memamerkan satu pun cincin, kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk tidak sekadar menjadi pesaing Oura, tetapi juga pemimpin dengan ide-ide segar di bidang teknologi kesehatan yang tengah berkembang pesat.
Menurut laporan Omnia November lalu, pangsa pasar Ultrahuman mungkin baru sekitar 9%, jauh di bawah Oura yang mencapai 74%. Namun, seiring terus mengembangnya pasar, masih terbuka luas kesempatan bagi Ultrahuman untuk meraih lebih banyak pelanggan baru.