Anak-anak teater seringkali mendapat cap buruk karena dianggap terlalu berlebihan dan umumnya menyebalkan. Namun sebagai seorang mantan anak teater, banyak dari energi itu berasal dari keinginan mendesak untuk dikenal — bukan sekadar dilihat, tapi benar-benar dipahami.
Mark Duplass dan Katie Aselton memahami kerinduan itu serta menyalurkan ketulusan dan keterbukaan tersebut ke dalam drama remaja Their Town. Terinspirasi dari trilogi Before karya Richard Linklater, Duplass menulis naskah cerita yang tampak sederhana tentang dua siswa SMA yang terhubung satu malam panjang setelah latihan teater. Aselton menyutradarai, membentangkan kisahnya di sebuah kota kecil di Maine, mengubah lokasi sehari-hari menjadi ruang sakral untuk berbagi. Dan untuk peran utama, pasangan suami-istri ini memilih satu aktor muda yang sudah mapan, Chosen Jacobs dari IT, dan satu pendatang baru, putri mereka sendiri, Ora Duplass.
Bersama, mereka menciptakan film "hangout" yang sabar, menyentuh, dan penuh kekuatan.
Their Town Menangkap Kebebasan Muda yang Rapuh dan Mencekam.
Dimulai dari latihan teater sepulang sekolah, Their Town dengan cepat memperkenalkan Abby (Duplass) dan Matt (Jacobs) melalui posisi mereka di panggung. Abby adalah pemeran utama, berpasangan dengan pacarnya yang murung, Tyler (William Atticus Parker). Namun saat Tyler tiba-tiba mengundurkan diri dari produksi, Abby menengok ke sisi panggung untuk mencari pengganti, dan melihat Matt (Jacobs) yang pemalu. Hanya ada satu masalah: Matt mendaftar sebagai kru panggung, bukan pemain.
Dengan dorongan sedikit cerewet dari guru drama mereka, Mr. Elliot (Jeffery Self, menghayati betul tekad seniman di kota kecil), keduanya memutuskan untuk saling mengenal setelah latihan. Persinggahan pertama adalah rumah Abby, di mana ibunya dan pacarnya terkejut melihatnya datang bersama Matt. Pertengkaran sengit antara ibu dan anak terjadi, mendorong Abby untuk membawa Matt ke tempat lain. Mereka akhirnya tiba di rumah Matt yang besar dan kosong, tempat kedua ayahnya (Daveed Diggs dan Leonardo Nam) akan mengeceknya lewat panggilan video.
Adalah hal yang intens, melihat rumah teman sekelas untuk pertama kalinya. Baik Matt maupun Abby dihadapkan pada situasi tak terduga, yang memicu percakapan canggang tentang prasangka, namun juga tawa yang manusiawi. Dari sini, mereka akan menjelajahi kota mereka, dari truk taco favorit hingga taman bermain yang terkunci, melihat kembali tempat-tempat lama dengan cara pandang baru.
Menyaksikan mereka mengembara, makan, bercanda, dan tersandung kata, saya terpikat—sebagian karena saya melihat bayangan masa muda saya sendiri dalam perjalanan mereka. Setelah latihan teater, nongkrong dengan anak-anak teater adalah tempat saya akhirnya menemukan komunitas. Di sana, malam-malam saya terasa kaya akan kemungkinan dan rasa akan keabadian. Saya berteman dengan orang-orang yang hingga puluhan tahun kemudian masih mengenal dan membentuk saya. Menonton Their Town terasa seperti kembali ke masa muda dan kampung halaman saya sendiri, duduk di ayunan terlupa di malam gelap, di mana satu-satunya suara adalah tawa bersama kami.
Chosen Jacobs dan Ora Duplass adalah Keajaiban Bersama.
Jangan anggap remeh Ora Duplass sebagai "anak nepo", nanti Anda sendiri yang terlihat konyol. Meski pengalamannya baru sebatas beberapa film pendek, mudah dimengerti mengapa orang tuanya mempercayakan peran Abby padanya. Ora memiliki kehadiran alami di depan kamera. Seperti ibunya, ia bersinar saat tersenyum, dan bergetar saat dalam konflik. Namun, adegan-adegan di mana pose percaya diri Abby goyah, justru menunjukkan kedalaman bakat aktris muda ini.
Di usia 24, Jacobs memiliki selisih enam tahun dari Ora yang berusia 18, ditambah pengalaman berakting di film dan serial seperti IT, Hawaii Five-O, Castle Rock, Darby and the Dead, dan The Hunting Wives. Namun mereka terbukti menjadi partner akting yang sempurna di Their Town. Chemistry mereka alami dan lembut. Abby dan Matt tidak muncul di layar sebagai pasangan yang tak terelakan, melainkan sebagai dua orang asing dengan koneksi yang tak terbantahkan. Mode default Abby adalah ceria, seperti kupu-kupu yang ingin menyenangkan. Matt lebih pendiam, tapi tidak dingin. Misalnya, saat Abby berceloteh dalam bahasa Spanyol kepada penjual taco, mata Jacobs memantulkan rasa ingin tahu dan gugup, bertanya-tanya apa yang dibicarakan dan apakah itu tentang dirinya.
Seiring malam berjalan, ikatan mereka tumbuh lewat percakapan tentang hidup, cinta, dan pergumulan mereka. Naskah Duplass terlalu cerdas untuk jatuh ke dalam klise. Jadi, bahkan saat mendiskusikan tekanan teman sebaya untuk menjadi sempurna, kecemasan, atau pikiran untuk bunuh diri, ada kekhususan dan nuansa yang menyayat dalam dialognya. Melalui dua aktor muda yang luar biasa ini, semuanya tidak terasa seperti naskah, melainkan seperti percakapan nyata, jenis percakapan yang dibagikan di dalam mobil di malam berbintang, atau dibisikkan lewat sambungan telepon setelah waktu tidur.
Sinematografer Aselton, Sarah Whelden, memperkuat rasa intim ini melalui kamera genggam yang bergerak lembut, mencerminkan tarikan napas perlahan yang tumbuh jadi ketenangan—atau, di momen lain, kepanikan. Framing yang tampak sederhana memberi ruang bagi para tokoh utamanya untuk bernapas dan menguji batas mereka. Dan di setiap momen, kita diundang untuk berada di sana bersama mereka. Saat film mencapai titik terendahnya dengan beberapa drama khas SMA, ia akan berbelok ke resolusi yang merangkum keajaiban menjadi anak teater di atas panggung. Inilah kesempatanmu untuk dilihat. Maukah kau mengambilnya? Dan lebih jauh, maukah kau memberi pasanganmu hadiah yang sama?
Pada akhirnya, Their Town adalah film "hangout" yang sublim, dengan brilian menangkap malam-malam yang terasa tak berujung, percakapan-percakapan yang membuka pikiran kita, dan hubungan-hubungan yang membentuk jiwa kita. Aselton, yang sebelumnya menyutradarai film seks The Freebie, thriller tegang Black Rock, dan komedi lincah Mack & Rita, benar-benar berganti gigi di sini. Their Town bukan mumblecore atau homage untuk Linklater. Ini adalah drama remaja yang penuh pertimbangan, yang menolak kecenderungan untuk merendahkan kaum muda, malah merangkul kompleksitas dan kebingungan mereka. Ada empati konstan untuk Abby dan Matt, karena film mengikuti mereka bukan dengan sikap memburu, tapi dengan kekaguman akan keberanian dan pertumbuhan mereka di tengah begitu banyak kemungkinan dan ketakutan.
Their Town adalah drama coming-of-age yang cemerlang dengan kesan tenang, yang sangat sayang untuk dilewatkan.
Their Town diulas berdasarkan pemutaran di Festival Film SXSW 2026. Film ini belum memiliki tanggal rilis resmi saat ini.