Perubahan terbesar terletak pada highback binding, yang dinamai AutoBack dalam sistem FASE. Meski masih dapat dilipat sepenuhnya ke depan untuk perjalanan dan kursi gantung yang rendah, saat terbuka, ia condong jauh lebih ke belakang dibanding highback standar. Di bagian bawah highback, pada sisi dalam, terdapat tuas plastik yang kokoh.
Saat memasang binding, sepatu boots akan menekan tuas tersebut. Ini mendorong highback ke posisi tegak penuh, menekannya ke betis seperti biasa. Lalu, tinggal mengencangkan ankle strap, dan siap digunakan. Untuk melepasnya, cukup buka pengait ratchet pada ankle strap. Setelah terbebas, Anda dapat langsung melangkah keluar.
Binding Jones Mercury FASE yang saya uji memiliki banyak kesamaan DNA dengan binding Mercury standar Jones. Binding ini cukup kaku, dirancang terutama untuk freeride (di luar jalur) dan powder daripada terrain park, namun tetap berfungsi baik sebagai binding all-mountain. Terdapat lapisan busa di atas dan bawah foot plate, yang efektif meredam getaran serta memberikan sedikit bantalan saat pendaratan keras.
Highback Jones tidak terkenal akan kustomisasinya, dan tren itu berlanjut di sini. Hanya ada dua pengaturan untuk forward lean. Jika terbiasa dengan binding Union yang memungkinkan penyesuaian rotasi highback, Anda mungkin kecewa. Namun bagi saya, highback ini pas sekali di betis. Sifatnya kaku memberikan responsivitas yang baik, tetapi bagian atasnya diberi bantalan ringan sehingga sangat nyaman.
Penyimpangan terbesar dari model Mercury standar adalah bahwa sebagian besar binding tradisional Jones menggunakan teknologi yang mereka sebut SkateTech. Ada fulcrum di sisi binding yang memungkinkan pemberian bobot lebih pada edges untuk kendali tambahan. Saya telah menjadi pengguna setia SkateTech selama bertahun-tahun, jadi agak kecewa teknologu ini tidak disertakan di sini. Meski demikian, saya cepat beradaptasi dan binding ini tetap terasa sangat responsif saat digunakan.
Dalam Penggunaan
Fotogra: Brent Rose
Saya menguji binding ini dalam perjalanan bersalju melintasi British Columbia dan menggunakannya dalam berbagai kondisi, dari powder curam dan dalam hingga jalur yang tergiling keras dan licin. Saya juga mencobanya saat cat-skiing dan heli-skiing di backcountry, situasi di mana binding cepat biasanya gagal memuaskan. Pengujian dilakukan dengan Jones Hovercraft 2.0 (yang saya gunakan dua musim dan saya ulas untuk WIRED), serta Jones Flagship Pro 2025 yang cukup ekstrem, yang kini menjadi pilihan utama saya untuk medan yang menantang, menakutkan, atau campuran.