Ulasan ‘Backrooms’: Apakah Creepypasta Daring Ini Layak Jadi Film Panjang?

Film horror sedang menyongsong gelombang baru sineas lintas platform. Di seantero genre ini, para content creator online mulai melompat dari YouTube ke layar lebar. Danny dan Michael Philippou (atau Rackaracka) melakukannya lewat Talk To Me dan Bring Her Back, sementara Curry Barker kini menyusul dengan Obsession. Kini, giliran sutradara Backrooms, Kane Parsons, yang masih berusia 20 tahun, bergabung dalam jajaran tersebut.

Sang kreator muda namanya melejit di YouTube berkat serial film pendek yang terinspirasi dari creepypasta Backrooms, yang berasal dari post kuno di 4Chan. Video-videonya meraup puluhan juta penayangan dan mengumpulkan basis penggemar setia. Pertanyaannya, mampukah Parsons, bersama penulis pendamping Will Soodik, melakukan transisi yang penuh tantangan dari konten pendek menuju film fitur A24?

Jawabannya, iya. Namun ada satu catatan penting.

Tentang Apa Backrooms?

Berlatar Santa Clara Valley, California pada tahun 90-an, Backrooms berfokus pada Clark (Chiwetel Ejiofor), seorang calon arsitek yang berakhir menjadi pemilik toko furnitur. Hidupnya sedang kacau—hari-harinya dihabiskan dengan minum-minum dan memproses perpisahannya dengan terapisnya, Mary (Renate Reinsve). Suatu malam, saat menggunakan tokonya sebagai tempat tinggal sementara, cahaya lampu basement yang berkedip membawanya menemukan sebuah pintu tersembunyi di balik dinding dan serangkaian ruangan yang tak berujung. Ruang di balik pintu itulah Backrooms yang sesungguhnya, diperuhii lampu kuning yang tak berfungsi baik dan ruangan setengah kosong. Fluktuasinya bergerak antara lapang dan sempit—suara aneh dari jauh mengisyaratkan tempat itu mungkin tak sepenuhnya kosong.

Seram, bukan? Begitulah yang terjadi.

Backrooms Hadir Sebagai Subgenre Horor Baru?

Ruang-ruang spasial penuh distorsi yang mengingatkan Anda pada M.C. Escher hilang ingatan. Perabotan bertumpuk bundar di tengah lantai; terowongan muncul entah kenapa di dinding; kapilaritas lorong tak bertepi. Mendekap kekhawatiran kecil dan besar sensasional. Komposer Edo Van Breemen muncul hingar-bingar di demarkasi radfool front line anak YouTube yang masih terjebak muthaq-hening de ja hauntings sinis menginang detilt isolitit of temporal edasi monuum break so much indeed hard well nigh plang decent thus twear indert it jangkau.

MEMBACA  Penyedia Internet Terbaik di North Las Vegas, Nevada

Sayangnya, babak ketiga tidak sepenuhnya membayar tuntas janji pada pembukaan padaisi mulai adreng keliar tight trap. Tidak melulu. Final* tepercak hal poker kesuit ident… unt sur rest bait butag break mimum luk strimm image tenag ent…

Tidak kacau, lantas akhir p. Sebelum lask kan yoi out

Tinggalkan komentar