Ucapkan Selamat Tinggal pada Kotoran Telinga Berlebih. Begini Cara Membersihkan Telinga dengan Aman

Membersihkan telingamu adalah bagian penting dari kebersihan diri, tetapi cara melakukannya sama pentingnya. Berikut cara aman untuk membersihkan telinga jika diperlukan, agar pendengaran tidak teredam dan kotoran tidak menempel pada earbuds favoritmu.

Fakta tentang Q-tips

Cotton bud, lebih dikenal sebagai Q-tip, adalah alat paling umum untuk membersihkan telinga. Namun, kekurangannya menunjukkan masalah dasar dalam penggunaan alat semacam ini untuk menghilangkan kotoran telinga.

Bentuknya yang panjang dan sempit membuat Q-tip lebih mungkin mendorong kotoran telinga ke dalam daripada mengeluarkannya. Saat mencoba membersihkan liang telinga, kamu justru berisiko memadatkan kotoran hingga menyumbat dan mengganggu pendengaran.

Lebih parah lagi, jika Q-tip didorong terlalu keras atau terlalu dalam, gendang telinga bisa bocor. Liang telinga hanya sedalam sekitar 2,5 cm, jadi kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Seorang spesialis THT bahkan pernah merawat pasien yang merusak gendang telinganya karena menjawab telepon saat masih ada Q-tip di telinga. Bayangkan betapa menyebalkannya hari itu!

Sebenarnya, cotton bud—atau bahkan tisu atau kain basah—lebih baik digunakan hanya untuk membersihkan bagian luar telinga, bukan liangnya.

ronstik/Getty Images

Panduan Membersihkan Telinga

Meski terlihat menjijikkan, kotoran telinga sebenarnya penting untuk kesehatan telinga. Menurut Harvard Medical School, ia berfungsi melumasi liang telinga, melindungi gendang telinga, dan memiliki sifat antibakteri. Kotoran telinga secara alami mengumpulkan sel kulit mati serta kotoran dan bergerak keluar sendiri.

Artinya, telinga kita sebenarnya bisa membersihkan diri sendiri. Biasanya, kita tak perlu mengorek liang telinga—biarkan ia bekerja secara alami.

Namun, beberapa orang memproduksi lebih banyak kotoran telinga, sehingga menumpuk dan menyebabkan ketidaknyamanan atau gangguan pendengaran. Pengguna alat bantu dengar lebih rentan karena getaran ekstra di telinga. Jika ini terjadi, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganan terbaik.

MEMBACA  Petunjuk dan Jawaban Tantangan Hari Ini, 24 September 2025

Jika diizinkan dokter, beberapa cara aman untuk membersihkan telinga sendiri:

  • Lap dengan kain basah: Cara paling aman. Cukup bersihkan bagian luar telinga dengan kain lembap.
  • Bilas liang telinga: Jika kotoran membandel, rendam kapas dengan air hangat, larutan garam, minyak mineral, atau hidrogen peroksida. Miringkan kepala dan teteskan, lalu biarkan kotoran yang melunak keluar.
  • Gunakan tetes telinga OTC: Fungsinya mirip metode sebelumnya, tapi biasanya disertai pipet atau semprit. Hindari semprit jika gendang telinga rusak, karena risiko infeksi lebih tinggi.

    Alex Liew/Getty Images

    Yang Harus Dihindari

    Beberapa metode pembersihan telinga populer justru berbahaya:

  • Ear candling: Alat berbentuk corong yang dinyalakan untuk "menyedot" kotoran. FDA telah memperingatkan risikonya, termasuk luka bakar dan gendang telinga bocor.
  • Alat pembersih dalam: Beberapa alat berbentuk sekop atau bor kecil bisa masuk terlalu dalam atau melukai liang telinga.
  • Benda tajam: Hindari benda runcing seperti peniti, karena bisa menyebabkan luka dan infeksi.

    Siapa yang Tidak Boleh Membersihkan Telinga Sendiri?

    Penderita diabetes atau pengguna pengencer darah harus ekstra hati-hati karena luka di telinga bisa sulit berhenti berdarah. Sebaiknya, serahkan pembersihan liang telinga pada profesional yang punya alat dan keahlian memadai.

    FAQ

    Apa cara teraman membersihkan telinga?
    Gunakan kain basah hangat untuk membersihkan bagian luar. Hindari Q-tip karena bisa mendorong kotoran lebih dalam atau melukai gendang telinga.

    Apa kotoran telinga harus dibersihkan?
    Tidak perlu, kecuali menyebabkan nyeri atau gangguan pendengaran. Kotoran telinga justru melindungi dan melumasi telinga bagian dalam.