Starbucks sepenuhnya mengadopsi kecerdasan buatan dengan meluncurkan aplikasi beta di ChatGPT pekan ini, yang memungkinkan chatbot memilihkan latte atau minuman penyegar untuk Anda.
Pengguna ChatGPT dapat mengakses aplikasi ini dengan memulai perintah menggunakan “@Starbucks.” Mereka kemudian dapat mendeskripsikan suasana hati yang sedang dirasakan atau diinginkan—misalnya bersemangat, nyaman, dan sebagainya—atau cukup meminta AI untuk memilih sesuatu yang sesuai dengan selera pribadi, seperti minuman non-susu atau minuman dengan kadar kafein rendah.
Dalam pengumuman di situs web Starbucks, jaringan kedai kopi tersebut juga menyarankan pengguna untuk mengunggah foto ke ChatGPT yang “menangkap ‘vibe’ Anda,” lalu AI akan memilih minuman yang cocok dengan foto tersebut.
Beberapa contoh perintah yang disarankan Starbucks antara lain “@Starbucks, saya ingin sesuatu yang cerah untuk memulai pagi saya,” dan “@Starbucks, saya ingin dorongan energi sore hari yang tidak terlalu manis.”
Setelah memilih minuman dan lokasi gerai untuk mengambilnya, pengguna akan diarahkan ke aplikasi Starbucks atau Starbucks.com untuk melakukan pembayaran dan menyelesaikan pesanan.
Starbucks menganggap aplikasi beta di ChatGPT ini sebagai cara terbaru mereka untuk mendorong pelanggan mencoba minuman baru atau, seperti yang disebut dalam rilis pers mereka, “menggunakan AI untuk mendukung sesuatu yang sangat manusiawi: membantu Anda menemukan minuman yang akan Anda sukai.”
Pengungkapan: Ziff Davis, perusahaan induk Mashable, pada April 2025 mengajukan gugatan terhadap OpenAI dengan dakwaan telah melanggar hak cipta Ziff Davis dalam pelatihan dan pengoperasian sistem AI-nya.
Mashable Trend Report
Kredit: Starbucks
LIHAT JUGA: Pria asal Florida gunakan ChatGPT untuk jual rumahnya. Ini adalah judul berita yang sebenarnya.
Topik: Kecerdasan Buatan ChatGPT