Nah, rahasianya sudah terbongkar. Atau mungkin lebih tepatnya, telurnya sudah menetas? Apapun idiom yang dipilih, satu hal yang jelas: identitas asli Egg (Dexter Sol Ansell) dalam A Knight of the Seven Kingdoms akhirnya terungkap.
Hingga episode 3, Egg hanyalah seorang pelayan (squire) yang banyak tahu bagi ksatria keliling Ser Duncan "Dunk" the Tall (Peter Claffey). Ternyata, dia bukanlah rakyat jelata Westeros. Dia adalah Aegon Targaryen, putra Maekar Targaryen (Sam Spruell) dan cucu Raja Daeron II Targaryen.
Pengungkapan ini terjadi di akhir episode 3, saat Dunk menyerang Pangeran Aerion Targaryen (Finn Bennett) untuk membalas perlakuan keji terhadap dalang Dorne, Tanselle (Tanzyn Crawford). Saat Aerion hendak menghancurkan gigi Dunk, Egg tiba-tiba muncul dan memerintahkan para penjaga—yang dia panggil namanya—untuk menghentikan kekerasan terhadap Dunk. "Jika mereka lanjut, mereka akan berurusan dengan ayahku," ujarnya.
Aerion tidak marah atas intervensi Egg seperti jika hal itu dilakukan rakyat biasa. Dia justru kesal dan menyapa Egg dengan akrab, bertanya tentang rambutnya yang hilang. "Kupotong, saudaraku," jawab Egg. "Aku tidak ingin terlihat sepertimu."
Percakapan ini mengonfirmasi sifat Targaryen Egg, namun sebenarnya sudah banyak petunjuk lain mengenai jati dirinya yang sebenarnya. Baik Anda pembaca buku yang sudah tahu, penonton baru yang menduga-duga, atau yang benar-benar terkejut dan ingin tahu petunjuk yang mungkin terlewat, berikut lima petunjuk terbesar bahwa Egg adalah Aegon.
Koin bergambar lambang Targaryen di penginapan
Di episode pertama, Dunk bertemu dengan seorang pria mabuk di penginapan yang membayar dengan koin bergambar sigil Targaryen, naga berkepala tiga. Tak lama kemudian, dia bertemu Egg. Koin itu mengisyaratkan kehadiran seorang Targaryen di sana, dan juga memberi petunjuk tentang identitas pria mabuk tersebut. Sangat mungkin dia adalah Daeron, saudara Egg yang dikenal sebagai "Daeron the Drunken".
Kepala Egg yang dicukur
Seperti yang kita tahu dari House of the Dragon, para bangsawan bajingan (bastard) Targaryen dan Velaryon seperti Alyn of Hull mencukur kepala untuk menyembunyikan darah Valyria mereka. Kepala Egg yang plontos dari awal mengisyaratkan upaya serupa. Meski Egg adalah keturunan sah, dia tampak enggan dikaitkan dengan keluarganya.
Reaksi panik Egg melihat Aerion di turnamen
Egg bereaksi sangat intens saat menyaksikan Aerion berjoust melawan Ser Humfrey Hardyng di episode 3, dengan berteriak agar Humfrey "membunuhnya". Berteriak mengharapkan kematian seorang Targaryen adalah tindakan makar. Seorang rakyat jelata kecil kemungkinan berani melakukannya, tetapi seorang pangeran Targaryen yang kebal hukum bisa saja. Reaksi keras Egg juga mengisyaratkan ikatan personal dan sejarah kelam dengan Aerion.
Ramalan bahwa Egg akan menjadi raja
Dalam episode 3, seorang peramal mengatakan pada Egg bahwa dia akan menjadi raja… dan mati dengan menyakitkan disambut sukacita banyak orang. Dunk menganggapnya omong kosong, tetapi kata-kata itu menakutkan bagi Egg karena sebagai seorang Targaryen, sangat mungkin suatu hari dia naik takhta. Itu bisa jadi masa depannya yang sebenarnya.
Egg memanggil Dunk "My Lord"
Saat Arya Stark yang menyamar menjadi pelayan Tywin Lannister di Game of Thrones Musim 2, dia diajari bahwa seorang gadis rendah akan memanggil "m’lord", bukan "my lord". Bahasa yang terlalu formal itu mengungkapkan asal usulnya yang bangsawan. Hal serupa terjadi pada Egg yang selalu memanggil Dunk "my lord". Cara bicaranya secara keseluruhan sangat formal dan dipenuhi pengetahuan yang tidak dimiliki kebanyakan rakyat jelata Westeros, seperti seluk-beluk turnamen yang dia tunjukkan di episode 3.
A Knight of the Seven Kingdoms tayang perdana di HBO Max, dengan episode baru setiap hari Minggu pukul 10 malam ET.
Topik: Game Of Thrones, A Knight of the Seven Kingdoms