Baru beberapa hari setelah Meta menghentikan dukungan untuk pesan langsung terenkripsi di Instagram, raksasa teknologi ini kini meluncurka fitur obrolan AI privat yang baru. Meta mengumumkan pada hari Rabu bahwa fitur Incognito Chat barunya akan memunginkin pengguna untuk berinteraksi dengan chatbot AI mereka di WhatsApp dan aplikasi Meta AI dalam apa yang perusahaan sebut sebagai lingkungan yang aman. Raksasa media sosial ini mempromosikan fitur tersebut sebagai cara bagi pengguna untuk merasa bebas mendiskusikan topik sensitif seperti kesehatan, keuangan, atau saran karir dengan Meta AI tanpa khawatir percakapan mereka dapat dilihat oleh orang lain. “Aplikasi lain telah memperkenalkan mode incognito, tetapi mereka masih bisa melihat pertanyaan yang masuk dan jawaban yang keluar. Incognito Chat dengan Meta AI benar-benar privat, artinya tidak ada seorang pun — bahkan Meta sendiri — yang dapat membaca percakapan Anda,” kata perusahaan dalam sebuah pos blog.
Fitur ini dibangun di atas teknologi Private Processing WhatsApp, yang diperkenalkan Meta tahun lalu untuk memungkinkan fitur privasi AI opsional seperti ini. Intinya, sistem ini memungkinkan pengguna untuk meminta lingkungan yang diklaim rahasia dan aman untuk memproses interaksi AI mereka. Dalam kasus Incognito Chat, pengguna dapat memulai percakapan sementara yang privat dengan Meta AI yang mengenkripsi pesan mereka, lalu memprosesnya dalam lingkungan aman yang menurut Meta tidak dapat diakses oleh mereka. Perusahaan menambahkan bahwa percakapan tersebut tidak disimpan secara bawaan (by default) dan pesan-pesannya akan hilang dengan sendirinya.
Fitur ini diperkirakan akan diluncurkan di WhatsApp dan aplikasi Meta AI dalam beberapa bulan mendatang. Meta juga mengisyaratkan fitur lain yang disebut Sidechat, yang menggunakan teknologi pemrosesan privat yang sama untuk memungkinkan pengguna menggunakan Meta AI secara pribadi dalam percakapan WhatsApp tanpa mengganggu obrolan utama. Dalam praktiknya, ini akan memungikin pengguna untuk bertanya pada Meta AI tentang percakapan mereka dengan orang sungguhan, atau merangkumnya.
Waktu peluncuran fitur-fitur baru ini cukup menarik perhatian. Hal ini terjadi kurang dari seminggu setelah Meta berhenti mendukung pesan langsung terenkripsi di Instagram. Perusahaan mengatakan di halaman dukungan Instagram bahwa pengiriman pesan end-to-end encrypted di Instagram tidak akan lagi didukung setelah 8 Mei. Pengguna dengan percakapan yang terdampak akan melihat instruksi tentang cara menyimpan media atau pesan yang ingin mereka simpan. Meta juga mengarahkan pengguna ke WhatsApp jika mereka ingin tetap menggunakan pesan terenkripsi.
“Untuk opsi obrolan terenkripsi end-to-end lainnya dari Meta, lihat WhatsApp,” begitu bunyi halaman tersebut. Juru bicara Meta mengatakan kepada PCMag saat itu bahwa keputusan dibuat karena “sangat sedikit orang yang memilih untuk mengaktifkan pesan terenkripsi end-to-end di DM.” Sang juru bicara menambahkan bahwa pengguna yang ingin tetap berkirim pesan dengan enkripsi end-to-end “dapat dengan mudah melakukannya di WhatsApp.” BACA JUGA: Google Selalu Melacak Pengguna, Bahkan Dengan Mode Incognito