Selalu Bawa PorteuX Linux Portabel di USB Saya, Ini Alasannya

PorteuX Linux adalah sistem operasi Linux portabel yang dibuat dari Slackware. Dengan banyak pilihan untuk memasang aplikasi, PorteuX lebih fleksibel dibanding lainnya. Kamu bisa memilih dari beberapa tampilan desktop saat menggunakan PorteuX.

Dalam beberapa bulan terakhir, aku sering berpikir, "Andaikan aku bisa pakai Linux di komputer ini." Mungkin ketika aku di kantor orang lain yang punya masalah jaringan, dan komputer yang tersedia hanya Windows 11—yang aku tidak suka.

Atau mungkin ketika aku di rumah teman dan ingin menunjukkan Linux kepadanya.

Saat situasi seperti itu terjadi, aku selalu bersyukur punya Linux portabel di USB yang bisa langsung kuboot.

Aku sudah coba banyak distribusi Linux portabel, tapi PorteuX mungkin yang terbaik.

Apa yang membuat PorteuX bagus?

Pertama, menjalankan PorteuX sangat mudah. Kamu bahkan tidak perlu proses biasa untuk membuat USB Live Linux, karena kamu cukup menyalin isi file ISO ke USB, masuk ke folder /boot, lalu jalankan porteux-installer-for-linux.run atau porteux-installer-for-windows.exe. USB bootable langsung jadi.

Sesederhana itu.

Tapi perlu diingat, jika kamu pakai alat seperti Rufus atau Etcher, USB akan jadi read-only, jadi tidak bisa menyimpan data (persistent storage).

Apa lagi yang membedakan PorteuX? Selain ramah pengguna, PorteuX mendukung beberapa desktop seperti Cinnamon, COSMIC, GNOME, KDE, LXDE, LXQt, MATE, dan Xfce.

Aku coba versi COSMIC dan aku terkesan.

Aku memang suka desktop COSMIC dari System76.

Memasang aplikasi

Hal lain yang kusuka adalah cara memasang aplikasi. Beberapa Linux portabel sangat terbatas, tapi PorteuX berbeda.

Di menu desktop, ada PorteuX App Store untuk memasang browser, mesin virtual, driver, office, grafis, game, dan lainnya. Daftarnya tidak terlalu lengkap, tapi cukup untuk kebanyakan pengguna.

MEMBACA  Jim Cramer Mengatakan Reddit (RDDT) "Benar-benar Layak Dibeli pada Level-level Ini"

Jika aplikasi yang kamu butuhkan tidak ada, kamu bisa pakai getpkg lewat terminal, misalnya:

getpkg -m gimp

Atau memasang Flatpak:

getpkg -m flatpak

Setelah itu, buat folder untuk Flatpak:

sudo mkdir /flatpak
sudo flatpak –force-setup /flatpak
flatpak remote-add –if-not-exists flathub https://dl.flathub.org/repo/flathub.flatpakrepo

Setelah itu bisa pasang aplikasi seperti Spotify:

sudo flatpak install spotify

Ingat, di PorteuX kamu harus pakai sudo untuk Flatpak. Aku mengatasi itu dengan membuat folder di /home/guest.

Bagaimana performanya?

Meskipun PorteuX berjalan langsung di RAM, sistemnya sangat cepat. Kamu tidak akan sadar sistem berjalan dari memori. Tentu kecepatannya tergantung spesifikasi komputer dan desktop yang dipilih.

Untuk komputer lama, pilih LXQt atau Xfce. Jika komputer kamu bertenaga, desktop lain pun berjalan bagus.

Jangan pakai VM

Aku biasanya uji Linux sebagai mesin virtual (VM), tapi PorteuX ini masalah. File .iso PorteuX tidak dirancang untuk VM. Saat dipakai di VM, folder jadi read-only, menyebabkan aplikasi gagal dipasang.

Masalah lain adalah penyimpanan VM yang biasanya bertambah otomatis. Di KVM/Virt-Manager, setelah shutdown VM tidak bisa boot lagi. Tapi di VirtualBox, berjalan sedikit lebih baik.

Setelah beberapa masalah, aku akhirnya pakai PorteuX di USB seperti yang disarankan, dan semua masalah hilang.

Ada pesan yang kudapat.

Kesimpulanku

Meskipun ada masalah itu, aku yakin PorteuX adalah salah satu distro Linux portabel terbaik yang pernah kupakai. PorteuX lebih cepat dibanding kebanyakan distro lain, dan pemasangannya sangat mudah di USB (Windows atau Linux).

Sekarang aku punya USB dengan PorteuX yang siap pakai. Aku bawa USB ini kemanapun setiap saat, agar sewaktu-waktu aku bisa boot Linux di komputer mana saja.

MEMBACA  Petunjuk dan Jawaban Tantangan Hari Ini, 5 Januari 2026

Tinggalkan komentar