Penggemar acara RuPaul’s Drag Race mengkritik tajam program tersebut atas dugaan penggunaan karya seni yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Karya seni itu muncul dalam Musim 18, episode 14, saat pembawa acara RuPaul Charles “melukis” potret kontestan Juicy Love Dion, Myki Meeks, Darlene Mitchell, dan Nini Coco. Para penonton dengan cepat menyoroti bahwa potret-potret itu terperangkap dalam uncanny valley khas hasil AI—mulai dari filter kuning samar pada beberapa gambar hingga ketidaksesuaian aneh, seperti boa Juicy Love Dion yang memiliki tiga ujung terpisah.
Di media sosial, penggemar dan bahkan mantan kontestan seperti Plasma dari Musim 16 menyuarakan kekecewaan atas kemungkinan penggunaan AI oleh acara tersebut. Bagaimanapun, RuPaul’s Drag Race adalah perayaan seni drag. Diduga menggunakan AI terasa seperti pengkhianatan terhadap esensi autentisitas yang justru ingin dipromosikan serial ini.
Ini bukan kali pertama RuPaul’s Drag Race mendapat sorotan akibat penggunaan AI. Tahun lalu, program ini merilis film pendek di kanal YouTube-nya berjudul “Jinkx & Plasma’s Gay Adventure!” Film pendek itu menampilkan rekreasi momen-momen ikonis RuPaul’s Drag Race yang dihasilkan AI, yang berujung pada kritik besar dari para penggemar. Film tersebut kini telah diubah menjadi privat di YouTube.
Mashable telah menghubungi perusahaan produksi RuPaul’s Drag Race, World of Wonder, untuk meminta tanggapan lebih lanjut.
Topik Terkait: Kecerdasan Buatan