ByteDance, perusahaan China yang paling dikenal sebagai pencipta TikTok, memasuki dunia realitas virtual ketika mereka mengakuisisi startup Pico pada 2021. Kini, Pico menggencarkan upaya mixed reality (XR) dengan mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan pengguna menjalankan beberapa aplikasi dalam ruang kerja digital 3D. Banyak fiturnya terdengar sangat mirip dengan apa yang ada di Apple Vision Pro, dua tahun setelah perangkat tersebut diluncurkan.
Pada Mobile World Congress 2026 di Barcelona, Pico mengumumkan sistem operasi XR terbarunya, Pico OS 6. OS ini tidak akan kompatibel dengan perangkat Pico 4 yang sudah ada sejak 2022, namun ditargetkan untuk headset Pico yang belum dirilis, bernama kode Project Swan. Di MWC, Pico hanya memberikan secuil informasi tentang headset mendatang mereka. Namun detail tentang fitur-fitur yang direncanakan untuk OS-nya memberikan gambaran jelas mengenai ambisi Pico dengan perangkat unggulannya, yang dikatakan akan tiba tahun ini.
Salah satu fokus utama versi sistem operasi baru ini adalah fitur yang disebut PanoScreen, yang memungkinkan pengguna menjalankan beberapa aplikasi sekaligus sambil tetap mempertahankan pandangan 360-derajat terhadap ruang fisik di sekitar mereka. Pengguna lain dapat bergabung ke dalam ruang tersebut sebagai avatar 3D sementara Anda berputar melihat spreadsheet, tab browser, perangkat lunak desain, atau apapun yang sedang dikerjakan. “Pico OS 6 merepresentasikan langkah menuju menjadikan XR sebagai alat komputasi praktis, bukan sekadar perangkat gaming,” ujar perusahaan dalam siaran persnya. (WIRED meminta komentar langsung, tetapi Pico menolak menjawab pertanyaan mengenai OS baru atau Project Swan.)
Perlombaan Spasial
Jika fokus Pico pada ruang kerja 3D terasa familiar, kemungkinan besar karena Apple memiliki pendekatan yang sangat mirip ketika meluncurkan headset Apple Vision Pro mereka pada 2024.
“Waktunya agak aneh,” kata Jitesh Ubrani, seorang manajer riset di grup analis IDC. “Fakta bahwa mereka memasuki pasar juga terasa sedikit janggal.”
Pico bukan satu-satunya yang menggarap ruang kerja XR. Kacamata Spacetop dari Sightful membawa komputasi spasial ke tempat kerja dengan cara yang lebih mudah didekati daripada Apple Vision Pro, apalagi jauh lebih nyaman dipakai dibanding headset besar. Pada Juli 2025, The Information melaporkan bahwa Pico sedang mengerjakan headset ultra-ringan berbeda yang dimaksudkan untuk bersaing langsung dengan kacamata Orion milik Meta, namun proyek itu pada akhirnya dibatalkan.
Seperti setiap “komputer wajah” lainnya, headset unggulan mendatang Pico akan berusaha menemukan keseimbangan yang tepat antara kegunaan dan kenyamanan dipakai. Dalam acara MWC-nya, Pico memberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana hal itu mungkin terwujud untuk Project Swan. Pico menyebut headset ini akan memiliki layar micro-OLED dengan kepadatan piksel mendekati 4.000 piksel per inci. Juga diklaim memiliki resolusi 40 piksel per derajat (PPD) dengan “titik fokus pusat” sekitar 45 PPD untuk membnatu membaca teks kecil di spreadsheet melayang Anda.
Spesifikasi tersebut sangat dekat dengan Apple Vision Pro. Untuk bersaing, Pico harus membuat sesuatu yang lebih murah dan ringan, tetapi juga memastikan adanya pengembang yang membangun di platformnya. (Apple Vision Pro dibanderol mulai $3.499.)
Pico OS 6 akan bekerja dengan toolkit pengembang seperti Spatial, OpenXR, dan WebXR. Sistem ini juga memungkinkan pengembangan dalam Unity dan Unreal Engine. OS ini mendukung aplikasi Android, aplikasi web, dan streaming PCVR. WebSpatial, sebuah toolkit sumber terbuka, memungkinkan pengguna mengembangkan aplikasi mereka sendiri menggunakan alat web standar seperti HTML dan CSS untuk menciptakan layanan komputasi spasial. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat berjalan lintas platform di Pico OS, visionOS Apple, dan Android XR.