Penelitian ini tidak menyebutkan negara mana pun yang mungkin menggunakan Pegasus untuk menyerang Kouloglou. Secara khusus, penelitian tidak menemukan bukti bahwa pemerintah Yunani terlibat. Namun, Citizen Lab mengatakan mereka menemukan kesamaan antara serangan ke ponsel Kouloglou dan penggunaan Pegasus terhadap tujuh jurnalis serta aktivis yang bertutur bahasa Rusia dan Belarusia, yang terjadi antara Agustus 2020 dan Januari 2023.
“Mereka tidak hanya menarget seorang anggota parlemen Eropa (MEP), tetapi juga memata-matai investigasi tentang penyalahgunaan alat mata-mata itu sendiri. Ini menunjukkan situasi yang sangat tidak masuk akal,” kata Hannah Neumann, seorang anggota MEP dari Partai Hijau yang ikut dalam komite penyelidikan alat mata-mata, kepada WIRED.
Seorang juru bicara Parlemen Eropa tidak memberikan komentar langsung atas temuan ini ketika ditanya oleh WIRED. Namun, ia mengatakan parlemen memiliki “sistem saringan alat mata-mata” yang tersedia untuk semua anggota MEP dan baru-baru ini mengadopsi langkah-langkah untuk memperluas perlindungan.
Menurut temuan Citizen Lab, ponsel Kouloglou pertama kali terinfeksi saat ia berada di rumah sakit pada 21 Oktober 2022. Saat pulih dari operasi elektif, ia dikunjungi oleh jurnalis investigasi Yunani, Thanasis Koukakis, yang sebelumnya pernah diretas dengan alat mata-mata Predator. Pada minggu berikutnya, Komite PEGA mengadakan beberapa sidang terkait dampak alat mata-mata terhadap hak asasi manusia. Anggota komite, termasuk Kouloglou, kemudian mengunjungi Siprus dan Yunani sebagai bagian dari investigasi mereka.
Pada 6 dan 7 Maret 2023, menurut temuan tersebut, ponsel Kouloglou kembali terinfeksi Pegasus. Neumann, yang juga ikut dalam penyelidikan, mengatakan bahwa sekitar saat kompromi pertama terjadi, komite sedang bersiap untuk “sidang-sidang penting,” termasuk pemeriksaan terhadap perusahaan yang beroperasi di industri alat mata-mata.
Neumann menambahkan, pada saat insiden tahun 2023, kelompok itu sedang merampungkan dan melakukan negosiasi terhadap temuan mereka. “Jika dilihat dari tanggalnya, sangat jelas bahwa seseorang tidak hanya memata-matai dia secara acak, tetapi benar-benar menyasar kerja komite,” kata Neumann.
“Saya marah karena menyadari bahwa kehidupan pribadi saya, termasuk pesan tidak hanya dengan politisi, teman, tetapi juga kehidupan pribadi dengan keluarga, anak, istri, dan lainnya, telah diawasi oleh seseorang,” ujar Kouloglou. “Ini bukan hanya soal privasi, tetapi juga soal keadilan, demokrasi, dan perang melawan korupsi.”
Citizen Lab menemukan, melalui analisis forensik, bahwa ponsel Kouloglou menerima tiga notifikasi dari Apple—pada Maret dan Agustus 2023 serta April 2024—yang memperingatkannya bahwa ia kemungkinan diincar alat mata-mata. Notifikasi ini tidak diberikan secara langsung, dan Kouloglou saidia tidak ingat pernah melihatnya.
Kouloglou dan anggota MEP lainnya mengatakan kepada WIRED bahwa mereka khawatir anggota komite yang lain juga mungkin telah menjadi target. Mereka juga khawatir—rekomendasi kelompok tersebut—termasuk pembuatan laboratorium teknologi Uni Eropa yang fokus analisis perangkat secara forensik dan gugus tugas alat mata-mata untuk pemilihan umum—masih belum diterapkan meskipun komite telah selesai merampungkan laporan mereka bertahun-tahun lalu.
“Eropa memiliki begitu banyak kasus penyalahgunaan alat mata-mata, tetapi tidak ada yang terjadi—ini mempermalukan bagi lembaga-lembaga Eropa,” kata Scott-Railton dari Citizen Lab. “Hal ini membuat warga Eropa tidak terlindungi, bahkan ketika AI disebut-sebut akan meningkatkan ancaman alat mata-mata bayangan dengan menurunkan biaya dan hambatan.”
Ia juga mencatat bahwa beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, sudah membuat kemajuan dalam memerangi penggunaan alat mata-mata melalui sanksi, larangan visa, perintah eksekutif, dan tindakan pencegahan lainnya.
“Bukan karena kurangnya kesadaran akan masalah yang datang dari alat mata-mata bayangan,” kata Neumann. “Itulah hasil dari laporan Komite Pegasus yang besar baru. Aau juga bukan karena kurangnya rekomendasi tentang cara mengatasinya. Persoalannya,
bisakah kamu segera melakukannya sekarang?”