Polisi California Akhirnya Bisa Tilang Robotaxi

Departemen Kendaraan Bermotor California baru saja mengumumkan peraturan baru untuk kendaraan otonom (AV) pada hari Selasa. Aturan ini, antara lain, memberi wewenang kepada polisi untuk menilang perusahaan AV seperti Waymo dan Tesla jika robotaxi mereka melanggar lalu lintas.

Peraturan yang mulai berlaku pada 1 Juli ini juga mewajibkan perusahaan AV untuk merespons panggilan darurat dalam waktu 30 detik. Petugas darurat berwenang untuk mengeluarkan instruksi “geofencing” yang memaksa robotaxi menjauh dari area bencana atau keadaan darurat yang sedang terjadi.

“Peraturan ini adalah yang paling komprehensif di AS, dan merupakan hasil dari proses tinjauan serta komentar publik yang ekstensif,” kata pernyataan DMV California, seperti dikutip dari laman mereka.

Sejak 2023, NBC Bay Area telah melaporkan bahwa robotaxi kebal dari tilang karena butuh manusia untuk menerima surat tilang tersebut. Butuh waktu hampir tiga tahun, tetapi celah hukum ini kini sudah diperbaiki.

Waymo telah mendapat izin untuk beroperasi di area yang cukup luas di California, termasuk Los Angeles dan San Francisco. Namun, terdapat resistensi dari beberapa komunitas lokal, seperti di Sacramento dan San Diego, yang memang sedang menjadi tempat uji coba Waymo – meski belum sepenuhnya beroperasi di sana. Di sisi lain, Tesla telah menyatakan keinginannya untuk meluncurkan layanan robotaxi di California, tetapi hingga kini belum benar-benar diluncurkan untuk public.

Serikat Pekerja Gig California, yang mewakili pengemudi rideshare, selama ini vokal menentang robotaxi, terutama terkait isu keselamatan. Salah satu kekhawatiran utama adalah ketiadaan pihak yang bertanggung jawab saat robotaxi melakukan pelanggaran. Selain itu, mereka juga menyoroti bagaimana AV pernah memasuki area polisi yang sedang bertugas – sebuah masalah yang mungkin akan teratasi dengan peraturan geofencing yang baru.

MEMBACA  Jawaban Mini Crossword NYT Hari Ini22 Oktober

Dalam artikel terbaru, Wired melaporkan pada hari Kamis tentang keluhan dari para petugas darurat – seperti pemadam kebakaran, polisi, dan paramedis – yang mengingatkan bahwa performa robotaxi justru menurun dibandingkan saat pertama kali diperkenalkan. Wired mengutip sebuah pertemuan tertutup pada Maret lalu antara petugas darurat dengan pejabat federal. Dalam pertemuan itu, robotaxi digambarkan sering memblokade pintu keluar stasiun pemadam kebakaran dan membeku di tempat dalam situasi yang membahayakan.

Hingga berita ini diturunkan, Waymo belum merespons permintaan komentar. Namun sebelumnya, perusahaan ini sering membanggakan catatan keselamatannya. Secara statistik, kendaraan Waymo terlibat lebih sedikit kecelakaan per mil dibandingkan pengemudi manusia. Waymo mengeklaim saat ini mengirim sekitar 500.000 perjalanan berbayar setiap minggu di 10 kota di AS. Meskipun terdengar besar, angka itu tentu masih jauh jika dibandingkan dengan Uber, yang memfasilitasi sekitar 36 juta perjalanan per harinya secara global.

Tinggalkan komentar