Bagi Anda yang baru mengenal massage gun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar manfaatnya optimal. Kami berbincang dengan chiropractor olahraga dan duta Hyperice, Julia Morgan, untuk mendapatkan saran mengenai praktik terbaik penggunaan massage gun.
Memilih Massage Gun yang Tepat: Terdapat berbagai jenis massage gun di pasaran. Penting untuk mengetahui apakah Anda memerlukan alat yang heavy-duty karena sangat aktif, atau cukup yang sederhana karena hanya akan digunakan sesekali. Menetapkan budget juga krusial, mengingat beberapa model bisa mencapai harga di atas $100.
Kenali Spesifikasi Penting: Saat memilih, perhatikan dua fitur utama: amplitudo dan stall force. “Stall force adalah seberapa besar tekanan yang bisa ditahan motor sebelum akhirnya ‘stall’ atau berhenti,” jelas Morgan. Amplitudo mengacu pada kedalaman penetrasi ke jaringan, biasanya berkisar 8mm, 12mm, atau yang terdalam 16mm. Umumnya, massage gun heavy-duty memiliki amplitudo lebih tinggi dibandingkan model mini.
Pahami Fungsi Attachments: Kebanyakan massage gun dilengkapi beberapa attachment yang dapat disesuaikan dengan area target. Contoh umumnya antara lain:
– Ball Head: Cocok untuk kelompok otot besar dan kecil.
– Bullet Head: Ditujukan untuk otot kaki dan punggung.
– Fork Head: Didesain untuk area tulang belakang, bahu, dan leher.
– Flat Head: Memberikan pijatan lebih lembut pada otot besar.
Frekuensi Penggunaan: Massage gun aman digunakan secara rutin asalkan tidak ada kondisi kesehatan tertentu. Morgan menekankan, “Individu dengan kulit tipis, kondisi muskuloskeletal atau vaskular, serta ibu hamil, disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.”
Walaupun aman dipakai sehari-hari untuk meredakan nyeri atau pemanasan, penting untuk memastikan Anda tidak mengalami nyeri kronis. “Jika digunakan setiap hari untuk rasa sakit yang tidak membaik setelah dua hingga tiga hari, mungkin diperlukan penanganan lain,” pesan Morgan.
Mulailah dengan Perlahan: Jangan terburu-buru menggunakan setting tertinggi. Kuncinya adalah memulai dengan lambat. “Gerakkan massage gun dengan lembut di area target, jangan terlalu lama di satu titik,” ujar Morgan. Gunakan alat ke berbagai arah selama beberapa menit, dan beristirahatlah seperlunya.