Aktivis Erin Brockovich kini mengarahkan perhatiannya pada industri kecerdasan buatan (AI). Ia meluncurkan peta berbasis partisipasi publik (crowdsourced map) yang mengumpulkan kekhawatiran komunitas terkait pusat data AI berskala besar yang mulai bermunculan di berbagai wilayah Amerika.
“PERLOMBAAN untuk membangun infrastruktur AI tengah terjadi secara bertahap di kota-kota di seluruh Amerika. Di sejumlah tempat, pusat data disambut baik. Di tempat lain, proyek-proyek ini terhambat, menuai protes, atau bahkan dibatalkan sama sekali. PETA ini merekam jejak nyata dari perlombaan tersebut—memperlihatkan pola pertumbuhan, konflik, dan ketidakpastian,” ujar Brockovich melalui laman web peta tersebut.
Brockovich dikenal luas atas keberhasilannya menggugat Pacific Gas & Electric terkait pencemaran air tanah di California. Atas kasus tersebut, Julia Roberts bahkan memenangi penghargaan Oscar saat memerankan Brockovich dalam film tahun 2000 yang terinspirasi dari kisah nyatanya.
Kini, aktivis ini menyasar gebrakan AI yang didukung penuh oleh Gedung Putih, pasar saham Wall Street, serta beberapa perusahaan paling dominan di dunia.
Langkah Brockovich ini diambil di tengah gempuran belanja miliaran dolar oleh perusahaan-perusahaan teknologi raksasa—termasuk Meta, Amazon, Microsoft, Google, dan OpenAI—guna membangun infrastruktur yang diperlukan untuk mengembangkan dan menjalankan berbagai model AI saingan mereka. Secara kolektif, perusahaan-perusahaan tersebut diperkirakan akan menghabiskan setidaknya $700 miliar tahun ini untuk infrastruktur dan pengembangan AI berdasarkan laporan CNBC.
Namun, proyek-proyek tersebut tidak luput dari meningkatnya perlawanan publik, khususnya dari warga setempat yang cemas terhadap tekanan yang ditimbulkan dari fasilitas raksasa ini terhadap pasokan air bersih, jaringan energi, serta lingkungan permukiman mereka. Di beberapa wilayah, oposisi publik bahkan telah berhasil menggagalkan rencana proposional pendiriaan gedung penyimpan data.
Beberapa politikus telah menyerukan penghentian sementara (moratorium) berskala nasional bagi pembangunan maupun ekspansi alias perluasan pusat data AI. Di sisi lain, kepemimpinan Presiden Donald Trump hingga saat ini cenderung lepas tangan dalam ihwal regulasi AI. Pemerintahannya berargumen bahwa memajukan AI merupakan kunci keamanan semesta dan efisiensi ekonomi serta keunggulan kompetitif AS.
Namun, laporan terkini mengemukakan bahwa badan hukum maupun kepolisian fédéral semakin waspada pada fenomena yang mereka deskripsikan sebagai “ekstremisme mengarah pada penargetan teknologi.” Ketakutan akan pihak-pihak ekstrim itu meluruskan sasaran pada markas serta berbagai fasussilitas pusat data sebagai celah tindak insiden. Kondisi ini meletakkan peta komunitas Brockovich langsung berhadapan dengan dukungan sebaris besar power.
Peta milik Brockovich menandai dan kombinasi titik dari berbagai sarana core dari database Ai, tenaga yg under-process fiks ataupun yang masih rencov? Titik sub-admin points juga berseliweran diperlihat terhimpun Laporan pengglanu duni publik jdim nyat sukmnet rasa baring kel ndatah pada lebih lan pos.
Per hari saat tanya setdatax se tidak C lebih Terkiriman ter sudah 2300 fita meluas dari kirun pat sil t Telang site lebih pang Top main Worsemen yaknis ang ketimb wtr utility!energy comsumers.k lebih res ut side Di compot6 Zul16 memb kom kel an man/ Tbk keterangan laiin status Der 46 set4@ Top ten bam dan enam Pen6 gilingkan t atas pen mit ja gure.
"The real pikun ujarnya hmlo utak berup ngeneratis- am andap pro en meT prased palax kom & efek, t ac mat z E of d B a ini C juga lap om jt sek id." Self.ing po Anka Me ko dapat tan but tal/ I form share juga kem q bli k! te 2 “?…??? “ q ko” (?)). (firm dash pat ur e “Khu – peng las ? info M bak So gu T/ al * set ( ?“.