Pameran CES memang dipenuhi konsep unik, namun sesekali saya menemukan sesuatu yang seolah dibuat hanya untuk iseng belaka. Saya merasakan (secara harfiah) pengalaman itu dengan Lollipop Star.
Camilan manis ini juga menyembunyikan trik kecil: ia dapat memutar musik saat berada di dalam mulut menggunakan konduksi tulang (getaran suara yang merambat melalui tulang pipi ke telinga bagian dalam). Ada tiga artis yang bisa dipilih: Ice Spice, Akon, dan Armani White. Setiap lolipop artis memiliki rasanya sendiri: Ice Spice rasa persik, Akon rasa blueberry, dan Armani White rasa jeruk nipis. Saya mencoba yang Ice Spice.
Saat saya membuka bungkus plastiknya, terlihat sebuah batang dengan lolipop di satu ujung dan bagian bulat di dasarnya yang terdapat tombol power. Kami perlu menggunakan penyumbat telinga yang disediakan untuk mendengar musiknya, terutama di lingkungan yang bising.
Ada tiga artis dan rasa yang tersedia.
Abrar Al-Heeti/CNET
Setelah terbuka, saya memindahkan lolipop ke bagian belakang mulut dan menggigitnya dengan geraham. Tiba-tiba, getaran kecil yang terutama saya rasakan di gagangnya, berubah menjadi musik yang terdengar di dalam tengkorak kepala. Suaranya sangat redup, dan saya kesulitan menangkap liriknya di aula CES yang ramai, namun sensasinya sungguh liar.
Perusahaan di balik permen musik ini, bernama Lava, menyatakan lagu-lagunya dibuat khusus untuk produk ini. Kelebihan lainnya: lolipopnya lezat — setidaknya yang rasa persik yang saya coba.
Ketika saya tanyakan alasan tim menciptakan Lollipop Star, jawabannya sederhana: “Kenapa tidak?”
Dan sejujurnya, saya setuju.
Lollipop Star akan diluncurkan usai CES, dengan harga $9 per biji. Produk ini akan tersedia secara daring dan di sejumlah ritel terpilih.