Peretas Iran Dilaporkan Tingkatkan Serangan terhadap Infrastruktur Penting AS

Peretas Iran semakin meningkatkan serangan terhadap sektor-sektor kritis infrastruktur AS seiring meningkatnya ketegangan akibat permusuhan di Timur Tengah, menurut sebuah imbauan yang dirilis Selasa oleh sekelompok badan intelijen dan penegak hukum.

Kampanye peretasan ini menargetkan perangkat teknologi operasional yang terpapar internet, termasuk *pengontrol logika terprogram* yang digunakan untuk mengendalikan sektor-sektor vital seperti air, energi, dan pemerintahan daerah, demikian isi imbauan tersebut. Kampanye ini tampaknya telah memengaruhi beberapa sektor kritis, menurut pernyataan yang dikeluarkan FBI.

“Serangan-serangan ini telah mengakibatkan penurunan fungsionalitas PLC, manipulasi data tampilan, dan dalam beberapa kasus, gangguan operasional serta kerugian finansial,” ujar FBI dalam sebuah postingan di X (sebelumnya bernama Twitter).

Imbauan tentang eskalasi kampanye peretasan ini muncul ketika Presiden Donald Trump mengancam bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika Iran gagal memenuhi batas waktu terbarunya untuk mencapai kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Imbauan itu tidak mengidentifikasi perusahaan yang ditargetkan atau menggambarkan tingkat keparahan serangan, tetapi menyebutkan bahwa peretas ditemukan berinteraksi dengan file proyek dan mengubah data tampilan. Imbauan tersebut merekomendasikan untuk memutuskan pengontrol yang rentan dari internet.

Pada Maret lalu, peretas yang dikaitkan dengan Iran mengklaim telah mengakses akun Gmail pribadi Direktur FBI Kash Patel dan memposting foto serta resume-nya secara daring. Sebuah grup yang menyebut diri Handala Hack Team, yang menurut penyelidik federal terkait dengan Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran, memposting gambar Patel sedang merokok cerutu sambil berpose di sebelah mobil kabriolet klasik dan memegang botol besar rum Havana Club.

Pekan lalu, Iran mengancam akan menyerang fasilitas di Timur Tengah milik perusahaan teknologi AS sebagai bagian dari perang yang semakin meluas yang dimulai dengan serangan AS dan Israel pada akhir Februari. Pemerintah AS menyatakan akan membela perusahaan-perusahaan yang telah diancam.

MEMBACA  Setelah Serangan AS, Proksi Iran Mengurangi Serangan ke Pangkalan Amerika

Imbauan ini disusun bersama oleh FBI, Badan Keamanan Nasional, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur federal, Departemen Energi, Badan Perlindungan Lingkungan, serta Komando Siber AS.

Tinggalkan komentar