Penampilan Bad Bunny di Super Bowl: Akankah Dia Menyindir ICE?

Segera setelah kemenangan bersejarahnya sebagai Album Terbaik di Grammy 2026 untuk *DeBÍ TiRAR MáS FOToS*, Bad Bunny dipastikan akan menjadi bintang utama pertunjukan jeda babak Super Bowl LX pada 8 Februari — sebuah penampilan yang diperkirakan akan menjadi momen lain yang menggeser budaya di panggung terbesar dunia.

Di ajang Grammy, superstar Puerto Rico itu tidak menghindar dari politik. Ia secara langsung menyoroti Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) dengan seruan tegas “ICE out” dalam pidato penerimaannya untuk Album Música Urbana. Kini, saat ia mempersiapkan salah satu pertunjukan paling banyak ditonton di dunia, pertanyaannya tetap sama: Akankah Bad Bunny membawa pesan tanpa kompromi yang sama ke Super Bowl?

Rekam Jejak Bad Bunny Menyuarakan Kritik terhadap ICE

Jika Benito benar-benar menyoroti ICE di Super Bowl, itu bukanlah yang pertama kalinya. Dalam sebuah wawancara dengan majalah i-D pada September 2025, ia menyatakan bahwa kekhawatiran akan kemungkinan penggerebekan ICE dan keselamatan penggemar Latino serta Puerto Rico-nya di AS menjadi alasan kunci ia mengecualikan Amerika Serikat dari Tur Dunia DeBÍ TiRAR MáS FOToS 2025–2026.

“Orang-orang dari AS bisa datang ke sini untuk menyaksikan pertunjukan. Kaum Latino dan Puerto Rico di Amerika Serikat juga bisa bepergian ke sini, atau ke bagian dunia mana pun,” katanya. “Tapi ada masalah bahwa … ICE bisa berada di luar (tempat konser saya). Dan itu adalah sesuatu yang kami diskusikan dan sangat kami khawatirkan.”

Sebagai gantinya, artis tersebut menggelar residensi bersejarah selama 31 tanggal di Puerto Rico — yang sengaja dirancang untuk memprioritaskan penggemar lokal, menjaga harga tiket terjangkau, dan menyuntikkan lebih dari $400 juta ke dalam ekonomi pulau itu. Keputusan ini tidak hanya menegaskan hubungannya dengan pulau tersebut, tetapi juga kepeduliannya yang berkelanjutan terhadap komunitas yang paling terdampak oleh penegakan hukum imigrasi.

MEMBACA  Stephen Fulton vs O’Shaquie Foster: Perebutan Gelar Kelas Super Bantam

Kesadaran itu muncul kembali selama siaran Grammy, ketika pembawa acara Trevor Noah bergurau, “Jika keadaan di Amerika semakin buruk, bisakah aku tinggal bersamamu di Puerto Rico?” Bad Bunny dengan lembut membetulkannya: “Puerto Rico adalah bagian dari Amerika.” Momen itu terasa ringan, tetapi implikasinya mengingatkan pada status politik Puerto Rico yang rumit dan cara komunitas Latinx sering diperlakukan sebagai pusat sekaligus pinggiran dalam kehidupan Amerika.

Kritiknya terhadap ICE konsisten. Pada Juni lalu, Bad Bunny membagikan video di Instagram Story-nya yang mengutuk agen federal yang beroperasi di Puerto Rico, mendesak mereka untuk berhenti mengganggu orang-orang yang hanya berusaha bekerja. Dengan operasi ICE yang semakin intensif di bawah pemerintahan Trump, komentarnya di masa lalu menunujukkan bahwa aktivisme ini bukanlah pernyataan sesaat, tetapi sebuah benang merah dalam kariernya.

Dan sebagai seorang artis Puerto Rico yang musiknya secara terbuka merayakan pulau itu, tidak akan mengejutkan jika panggung Super Bowl menjadi tempat lain di mana ia memilih untuk menyampaikan pesan tersebut.

Pernahkan Bad Bunny Mengkritik Presiden Trump?

Meski Bad Bunny jarang menyebut nama Donald Trump secara eksplisit, kritiknya terhadap mantan presiden itu — dan kebijakan administrasinya — telah jelas. Pada 2024, artis itu mendukung Kamala Harris sebagai presiden AS, menyebutkan kekecewaan terhadap penanganan Badai Maria oleh pemerintahan Trump dan dampak menghancurkannya bagi Puerto Rico. Ia membuat dukungan publik itu menyusul pernyataan rasis komedian Tony Hinchcliffe tentang Puerto Rico di sebuah rally Trump di Madison Square Garden, di mana pulau itu disebut sebagai “pulau sampah mengapung.”

Komentarnya juga muncul melalui musiknya. Pada Hari Kemerdekaan AS (4 Juli) lalu, Bad Bunny merilis video musik untuk “NUEVAYoL”, sebuah penghormatan salsa bagi diaspora Puerto Rico di New York.

MEMBACA  Kesan Awal 'The Bone Temple' di Box Office Terbilang Memuaskan

Video tersebut menampilkan sang penyanyi bertengger di atas Patung Liberty, yang mengenakan bendera Puerto Rico di dahinya seperti bandana. Pada momen terakhir, suara mirip Trump terdengar lewat siaran radio, mengucapkan permintaan maaf imajiner kepada para imigran. “Negara ini bukan apa-apa tanpa imigran,” kata suara itu, menyebutkan orang Meksiko, Dominika, Puerto Rico, Kolombia, Venezuela, dan Kuba dalam sebuah sindiran yang jelas terhadap retorika imigrasi era Trump.

Ketegangan semakin memanas setelah NFL mengumumkan Bad Bunny sebagai penampil jeda babak Super Bowl LX. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem secara publik mengkritik keputusan tersebut, dengan mengatakan agen ICE akan “memadati” Super Bowl dan menyarankan acara itu seharusnya diisi oleh “warga Amerika patuh hukum yang mencintai negara ini.”

Malam berikutnya, Bad Bunny menanggapi kecaman tersebut selama monolognya di Saturday Night Live. Berbicara pertama dalam bahasa Inggris, lalu dalam bahasa Spanyol, ia menyebut momen itu sebagai kemenangan kolektif bagi komunitas Latino di Amerika Serikat, menekankan tenaga kerja dan dampak budaya mereka. “Jejak kami dan kontribusi kami di negara ini,” katanya, “tidak akan pernah bisa diambil atau dihapus oleh siapa pun.” Ia menutup dengan sisipan tajam dalam bahasa Inggris: “Dan jika kamu tidak mengerti apa yang baru saja kukatakan, kamu punya empat bulan untuk belajar.”

Trump sendiri merespons dengan meremehkan ketika ditanya tentang Bad Bunny pada Oktober, kepada NewsMax ia mengatakan “tidak pernah mendengarnya” dan mempertanyakan mengapa NFL memilihnya sebagai penampil jeda babak. Bulan lalu, ia memberitahu New York Post bahwa ia tidak akan menghadiri Super Bowl LX, menyebut Bad Bunny dan pembuka acara Green Day sebagai alasannya. “Aku anti-mereka,” kata Trump, “Menurutku itu pilihan yang buruk. Itu hanya menabur kebencian. Buruk.”

MEMBACA  Cara Menonton Super Bowl 2025 dan Pertunjukan Paruh Waktu Secara Gratis

Kita harus menunggu hingga hari Minggu Super Bowl untuk melihat apakah Benito akan merespons.

Jadi, Akankah Bad Bunny Menyebut ICE atau Trump di Super Bowl?

Baik Bad Bunny secara langsung menyentuh politik di Super Bowl LX atau tidak, tindakan membawa budaya Puerto Rico dan sejarahnya ke panggung terbesar dunia itu sendiri adalah sebuah pernyataan. Bagi Bad Bunny, musik dan identitas selalu tak terpisahkan, dan pertunjukan jeda babak ini pasti bukan pengecualian.

Tinggalkan komentar