Peluncuran IPO Stratosfer SpaceX Membawa Sejumlah Penumpang Gelap Bertenaga Besar

Boom AI biasanya digambarkan sebagai persaingan sengit di antara segelintir perusahaan teknologi raksasa. Itu memang akurat, namun kesimpulan ini mengabaikan dinamika yang lebih halus, aneh, dan mencemaskan: Fakta bahwa perusahaan-perusahaan yang sama yang saling berkompetisi untuk membangun dan mengendalikan masa depan AI, pada saat yang sama, saling mendanai satu sama lain.

Permintaan raksasa akan daya komputasi dan energi dari para pengembang AI garis depan seperti OpenAI, Anthropic, dan Google telah memaksa perusahaan-perusahaan ini untuk membeli dan menyewa sumber daya dari pesaing mereka sendiri, menciptakan jaring ketergantungan yang rumit dan tak terduga—layaknya intrik politik era Bismarck. Situasi ini juga menghasilkan jaringan kompleks pengaturan keuangan yang sifatnya melingkar. Skema yang paling umum berjalan seperti ini: Perusahaan A membeli chip AI dari Perusahaan B, yang kemudian berinvestasi di Perusahaan A untuk mendanai proyek AI-nya, yang pada akhirnya mempercepat ekspansi pusat data serta meningkatkan permintaan chip dari Perusahaan B. Korsel modal ini terus berputar tanpa henti.

Selama beberapa tahun terakhir, Nvidia telah menjadi pusat dari jaringan kesepakatan melingkar yang terus berkembang dan kini membelenggu industri AI. Unit pemrosesan grafis (GPU) milik pabrikan chip ini telah—dan terus menjadi—batu bata paling berharga dalam ledakan AI. Nvidia juga telah banyak berinvestasi di berbagai startup AI, seperti OpenAI dan xAI milik Elon Musk, yang kemudian diakuisisi oleh SpaceX pada bulan Februari. Jadi, ketika laboratorium AI membeli chip dari Nvidia, Nvidia pun membalas budi dengan mendanai pembangunan pusat data raksasa yang menampung chip tersebut—jantung yang menggerakkan model-model seperti ChatGPT dan Grok.

Pada bulan November, beredar kabar bahwa Anthropik akan membayar $USD 30 miliar untuk akses luas ke Azure, lengan komputasi awan milik Microsoft yang ditenagai oleh GPU buatan Nvidia. Nvidia dan Microsoft pada gilirannya berjanji untuk berinvestasi hingga $USD10 miliar dan $5 miliar di Anthropic. (Melihat pola melingkarnya?) Hubungan ini kian memperkuat impuls Anthropik untuk mengembangkan model, seperti ‘Claude Code’, yang mendorongnya melampaui nilai Open AI sebagai startup AI dengan valuasi tertinggi di dunia.

MEMBACA  Amazon Sudah Selesai dengan Beats Solo 4, Ini Kali Kelima Harganya Capai Rekor Terendah

Bloomberg bahkan menerbitkan sebuah diagram yang membantu pada bulan Januari lalu untuk memetakan jaring rumit dari deal-deal melingar di industri ini. Jumlah dari kerja sama semacam ini terus bertambah. Pada Maret lalu, misalnya, Amazon menjanjikan investasi $50 miliar untuk Open AI pada putaran pendanaan terkini. Sementara itu Open AI memberi timbal balik investasi tambahan sebesar $100 milar pada AWS. Di balik semua ini, ada Nvidia modern chip ke kedua belah pihaklali bukan ka-li itu, nasib ketiganya terkait satu sama lain

Bayangannya sudah jelas.

Fondasi Pasir?

Tokoh-tokoh teknologi cenderung berargumen bahwa siklus keterikatan yang merebak ini justru merupakan rantai kebaikan—”virtuose chicre'”—Yangmana mengumtungkan kmua pihaklaH. PadaPara skeptis melihat jebakan yang kehet posisinya di
sekiparaada emua potenh sil untuk seluruhsektor bahkan ekonomi Ame Serikat ‘? Dan kse pat tok bsa tanggungin diecer gak, etek potocal collapse bisa lebih luas me I saya men ggjj e…

Tapi Ini Addeh Era OpenAI dan] Sli dalam dinamai. Benar!

in

Tinggalkan komentar