Pecahan Alpha Centauri—Tetangga Bintang Terdekat Kita—Mungkin Sudah Mencapai Kita

Tetangga bintang terdekat kita, Alpha Centauri, sedang bergerak menuju kita dengan kecepatan yang lambat dan mantap. Dalam sekitar 3.000 tahun, sistem bintang triple tersebut akan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi, tetapi penelitian baru mengusulkan bahwa materi dari Alpha Centauri telah mencapai tata surya kita. Dan masih banyak lagi yang akan datang.

Alpha Centauri saat ini berjarak 4,37 tahun cahaya dari Bumi, jarak yang relatif dekat dari perspektif kosmologis. Tetangga kita yang suka ikut campur ini terdiri dari dua bintang mirip Matahari, Alpha Centauri A dan Alpha Centauri B, dan sebuah kerdil merah yang dikenal sebagai Proxima Centauri. Saat melintasi kosmos, sistem bintang yang sibuk ini mengeluarkan materi ke ruang antarbintang. Sebuah studi, yang diterima untuk diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Planet, memperkirakan sekitar satu juta objek dari Alpha Centauri telah perlahan masuk ke tata surya kita selama 10 juta tahun terakhir.

Pada tahun 2017, sebuah objek berbentuk cerutu meluncur melalui tata surya kita tanpa pemberitahuan. Oumuamua, seperti yang kemudian dikenal, adalah objek antarbintang pertama yang diketahui mengunjungi tata surya kita. Asal usulnya, bagaimanapun, tetap menjadi misteri. Dari mana batu luar angkasa berbentuk aneh ini berasal?

Untuk lebih memahami objek antarbintang, para peneliti di balik studi baru ini menggunakan Alpha Centauri sebagai studi kasus, memeriksa apakah materi dari sistem bintang tetangga tersebut bisa mencapai orbit sekitar Matahari. Hal-hal selalu bergerak di ruang angkasa. Tarikan gravitasi, medan magnet, dan gesekan antarbintang menarik objek-objek ke arah tata surya kita, dan hanya objek-objek yang lebih besar dari 10 mikron yang bisa bertahan dalam perjalanan, menurut studi tersebut.

MEMBACA  Simu Liu Mungkin Akhirnya Membuat Film Sleeping Dogs

Menggunakan model komputer yang mensimulasikan pengiriman materi dari Alpha Centauri dalam masa lalu yang relatif baru, para peneliti menemukan bahwa sekitar satu juta objek yang lebih besar dari 328 kaki (100 meter) mungkin bersembunyi di awan Oort, gelembung bola raksasa yang mengelilingi Matahari yang merupakan wilayah paling jauh dari tata surya kita.

Mengingat seberapa jauh mereka, objek-objek ini bisa sangat sulit untuk dideteksi. Ada kemungkinan jauh, satu banding sejuta bahwa salah satu objek tersebut berada dalam 10 unit astronomi (AU) dari Matahari. Satu AU adalah jarak rata-rata Bumi ke Matahari, jadi pada 10 AU, kita berbicara tentang jarak dekat dengan orbit Saturnus. “Setiap materi yang saat ini meninggalkan sistem tersebut dengan kecepatan rendah akan menuju lebih kurang ke arah tata surya,” tulis kertas tersebut.

Untuk lebih jelasnya, studi ini mengusulkan sebuah ide berdasarkan simulasi komputer; para astronom belum mendeteksi materi antarbintang dari Alpha Centauri. Namun, jika materi tersebut ada, mengidentifikasinya akan menjadi langkah penting pertama, karena mempelajari potongan-potongan sistem bintang tetangga ini dapat memberikan wawasan berharga tentang Alpha Centauri.

Proxima Centauri memiliki dua eksoplanet dalam orbitnya, sebuah planet berukuran Bumi terletak di dalam zona yang bisa dihuni (titik manis di mana air cair bisa bertahan di permukaan) dan sebuah super-Bumi yang terletak lebih jauh. Alpha Centauri A diduga memiliki sebuah eksoplanet berukuran Neptunus, tetapi ilmuwan belum mengonfirmasi deteksinya. Lebih banyak planet kemungkinan mengorbit sistem bintang triple tersebut, dan planet-planet tersebut mungkin bisa dihuni. Oleh karena itu, memahami materi antarbintang yang mungkin berasal dari Alpha Centauri bisa memberikan wawasan baru tentang bagaimana planet terbentuk dan pencarian kehidupan di eksoplanet.

MEMBACA  Keyakinan konsumen Inggris dalam keuangan pribadi mereka mencapai level tertinggi dalam dua tahun lebih