Pabrik bintang di pusat galaksi kita adalah misterius dan penting.

Sekitar 200 tahun cahaya dari lubang hitam di pusat Bima Sakti terletak sebuah wilayah yang tidak se subur yang para ilmuwan kira. Awan bintang yang terbentuk dari gas dan debu, Sagitarius C, penuh dengan semua materi untuk membuat bayi bintang, namun produksi bintang baru tetap relatif rendah, meskipun kemungkinan telah melahirkan ribuan bintang. Para ilmuwan mengarahkan Teleskop Luar Angkasa James Webb, kerjasama NASA dan mitra luar angkasa Eropa dan Kanada, ke taman bintang misterius ini untuk mencoba mencari tahu mengapa. Dengan visi inframerah yang kuat, teleskop dapat memberikan gambaran yang lebih jelas. Hasil penelitian, yang diterbitkan dalam The Astrophysical Journal dalam dua makalah, memberikan wawasan baru tentang mengapa beberapa awan pembentuk bintang mungkin terlihat relatif impotennya. Para peneliti sekarang percaya bahwa medan magnet yang kuat mungkin bertanggung jawab atas kurangnya output. “Pertanyaan besar adalah, jika ada begitu banyak gas dan debu padat di sini, dan kita tahu bintang terbentuk di awan semacam ini, mengapa begitu sedikit bintang lahir di Sagitarius C?” kata John Bally, seorang astrofisikawan di University of Colorado Boulder, dalam sebuah pernyataan. “Untuk pertama kalinya, kita melihat bahwa medan magnet yang kuat mungkin memainkan peran besar dalam menghentikan pembentukan bintang.” Para ilmuwan mengatakan memahami apa yang terjadi di Sagitarius C adalah langkah penting dalam memahami pembentukan bintang secara umum. Bintang menciptakan sebagian besar unsur kimia di Bumi, termasuk karbon dan oksigen, yang merupakan bahan penting untuk kehidupan. Namun bahkan para ahli mengakui mereka masih memiliki banyak hal untuk dipelajari tentang bagaimana alam semesta membuat bintang baru. Penel…

MEMBACA  Memulihkan membuka pabrik produksi serat kapas daur ulang di Vietnam

Tinggalkan komentar